Guntur Romli sebut kepala yang diinjak Jokowi adalah kerbau
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026 15:33 WIB
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

PDIP: Kepala Kerbau Yang Diinjak Jokowi Jadi Simbol Keterpurukan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menegaskan bahwa peristiwa yang ramai diperbincangkan bukan melibatkan kepala banteng melainkan kepala kerbau.
Guntur menyatakan banteng termasuk satwa dilindungi sehingga mustahil dijadikan bagian dari ritual atau kurban.
Menurut penjelasan Guntur, yang diinjak oleh Presiden Joko Widodo adalah kepala kerbau dan bukan kepala banteng.
Ia menegaskan perbedaan hukum dan budaya antara kedua jenis hewan itu.
Dalam klarifikasinya, Guntur mengatakan kerbau merupakan hewan ternak biasa yang tidak memiliki status perlindungan seperti banteng.
Menurutnya pemahaman yang keliru tentang kepala kerbau memicu salah tafsir di kalangan publik.
Guntur juga memaknai tindakan itu sebagai simbolik dan bukan tindakan terhadap satwa dilindungi.
Dia menambahkan bahwa simbol tersebut lebih tepat dibaca sebagai representasi pendukung politik tertentu.
Nama “Termul” atau Ternak Mulyono disebut Guntur untuk menggambarkan kelompok pendukung yang dimaksud.
Guntur menilai kepala kerbau merefleksikan sikap para pengikut yang menurutnya terbuai oleh perilaku raja.
Pernyataan itu dimaksudkan untuk meluruskan isu yang berkembang di media dan jagat maya.
Pihak PDIP berharap publik dapat membedakan antara fakta biologis, status perlindungan satwa, dan tafsir politik simbolis.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




