Breaking News
Trending Tags

Mantan Presiden Joko Widodo Diduga Gunakan Ritual Adat untuk Publisitas PSI, kata pengamat

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026 20:00 WIB
  • visibility 110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nurul menjelaskan penggunaan simbol budaya dalam agenda politik dapat memperkuat pesan dan legitimasi politik jika dikelola secara tepat.

Dalam pandangannya, strategi semacam ini berfungsi untuk membentuk impresi kedekatan antara pejabat dan masyarakat daerah.

Analisis Nurul menekankan pentingnya membaca konteks ketika ritual dipadukan dengan agenda politik agar tidak terjadi penyalahgunaan makna budaya.

Ia memperingatkan agar publik bersikap kritis melihat perbedaan antara penghormatan budaya dan praktik politis yang mencari keuntungan elektoral.

Penggunaan ritual sebagai alat komunikasi menurut Nurul harus dipahami dalam kerangka tujuan jangka panjang dan konsekuensi sosialnya.

Ia menilai langkah seperti itu bukan hanya soal acara adat, melainkan soal pembentukan citra, narasi, dan pengelolaan opini publik secara sistematis.

Sebagai penutup, Nurul mengingatkan agar pelaku politik mempertimbangkan sensitivitas budaya dan etika ketika merancang strategi komunikasi berbasis tradisi.

Observasinya memperlihatkan bahwa ketika budaya dipolitisasi, dampaknya pada kepercayaan publik perlu diawasi secara seksama, termasuk dalam konteks safari politik Jokowi.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less