Aktivis FORSIBER Hamdi Putra meminta Krakatau Posco menjelaskan kualifikasi komisaris
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026 17:58 WIB
- visibility 103
- comment 0 komentar
- print Cetak

Krakatau Posco Harus Jelaskan Soal Komisaris Mufli Budi Ananda
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Aktivis dari Forum Sipil Bersuara (FORSIBER) menyerukan penerapan standar ketat dalam pemilihan komisaris Krakatau Posco.
Hamdi Putra menegaskan bahwa posisi komisaris Krakatau Posco tidak boleh bersifat seremonial atau hanya sekadar memenuhi kuota nama.
Menurut Hamdi, calon komisaris Krakatau Posco mesti dibuktikan melalui kompetensi yang relevan dan objektivitas dalam menjaga kepentingan negara serta pemegang saham.
Ia menambahkan bahwa tugas pengawas meliputi kemampuan menilai risiko bisnis dan menguji kebijakan dewan direksi secara kritis.
Peran itu juga mencakup pemeriksaan laporan keuangan serta pengawasan terhadap transaksi strategis perusahaan.
Saat ini Krakatau Posco menghadapi tekanan kinerja; berdasar laporan keuangan Krakatau Steel, pendapatan tercatat sekitar 2,07 miliar dolar AS pada tahun 2025 namun menanggung rugi bersih sebesar 124,45 juta dolar AS.
Kerugian tersebut naik tajam dari 39,80 juta dolar AS pada tahun sebelumnya dan, dengan kepemilikan 50 persen oleh Krakatau Steel, berdampak pada entitas terkait negara dan publik.
Hamdi mempertanyakan latar belakang calon komisaris, apakah memiliki rekam jejak di industri baja, manajemen risiko, keuangan perusahaan, tata kelola korporasi, pengadaan, restrukturisasi bisnis, atau pengawasan perusahaan patungan internasional.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




