Anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin Minta Pemerintah Jelaskan Pengadaan Rudal BrahMos
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 15:05 WIB
- visibility 75
- comment 0 komentar
- print Cetak

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos Di RI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Anggota Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyatakan belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintah terkait pengadaan sistem rudal BrahMos yang selama ini menjadi perbincangan publik.
Menurut Tubagus, minimnya keterangan resmi memicu kecemasan soal tata kelola pengadaan sistem rudal BrahMos dan implikasinya bagi anggaran negara.
Politikus PDI Perjuangan itu menegaskan pentingnya transparansi dalam seluruh proses pengadaan sistem rudal BrahMos agar fungsi pengawasan parlemen dapat berjalan efektif.
DPR menegaskan akan menjalankan peran pengawasan terhadap setiap pengadaan alat utama sistem senjata yang melibatkan dana publik.
Komisi I akan meminta klarifikasi formal dari pemerintah dalam waktu dekat untuk melengkapi data dan dokumen terkait paket pengadaan tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa versi ekspor BrahMos yang ditawarkan kepada Indonesia memiliki jangkauan maksimal sekitar 290 kilometer.
Jangkauan itu dikaitkan dengan ketentuan Missile Technology Control Regime (MTCR) yang membatasi transfer teknologi rudal dan perangkat terkait.
Sementara itu, kecepatan rudal tersebut disebut mampu mencapai Mach 2,8, sebuah parameter yang menjadi pertimbangan kemampuan taktis sistem.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




