Dunia mengapresiasi orientasi berbasis negara di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026 06:39 WIB
- visibility 84
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dunia Akui Orientasi State
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Presiden Belarus Alexander Lukashenko berkunjung ke Indonesia pada 2-4 Juli 2026, diikuti pertemuan puncak dengan Perdana Menteri Singapura Wong pada 6 Juli dan kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi pada 6-7 Juli 2026, menandai momentum penting bagi kerjasama Indonesia-Singapura dalam rangka diplomasi ekonomi yang lebih ambisius.
Dr. Teguh Santosa, Direktur Geopolitik GREAT Institute, melihat kerjasama Indonesia-Singapura sebagai bagian dari strategi negara yang kini lebih berorientasi pada peran aktif negara dalam pembangunan.
Teguh menilai kerjasama Indonesia-Singapura harus dimaknai sebagai upaya menyelaraskan kepentingan kedua pihak untuk mencapai solusi win-win, terutama setelah penandatanganan paket perjanjian baru.
Dalam Leaders’ Retreat di Istana Negara, Jakarta, kedua negara menandatangani 26 perjanjian dan kesepakatan yang mencakup berbagai sektor.
Jumlah perjanjian itu menunjukkan niat Jakarta dan Singapura untuk memperkuat kemitraan strategis dan memperdalam kolaborasi ekonomi.
Teguh mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan pada kesepakatan bilateral semata, melainkan pada kapasitas domestik untuk mengeksekusi komitmen tersebut.
Ia menegaskan perlunya koordinasi yang konsisten antara Menko, para menteri, dan aparat pelaksana di level teknis agar implementasi berjalan lancar.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




