Breaking News
Trending Tags

Ketua KNPI Muhammad Natsir Mendesak Evaluasi Kebijakan RKAB Usai Pemadaman di Depok

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026 01:37 WIB
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Perkuatan infrastruktur untuk mendukung ketahanan energi menjadi fokus utama diskusi publik yang digelar Universitas Paramadina akhir pekan lalu.

Pembicaraan menyorot peran Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai salah satu opsi untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Panel diskusi juga menekankan bahwa ketahanan energi harus dilihat dari sisi ketersediaan, keberlanjutan, dan keadilan sosial.

Kegiatan bertajuk “Sustainability Ketenagalistrikan untuk Ketahanan Energi Indonesia” berlangsung pada Rabu, 8 Juli 2026.

Hudan Lil Muttaqien, Ketua Mahasiswa Universitas Paramadina, membuka FGD dengan penekanan pada kebutuhan kebijakan konsisten dan investasi untuk transisi energi.

Hudan menyatakan bahwa keterlibatan masyarakat serta perencanaan jangka panjang penting agar manfaat energi bersih dapat dinikmati luas.

Satu isu yang mengemuka adalah pembatasan produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

Menurut peserta, kebijakan RKAB yang menyebabkan pemadaman listrik berkala menimbulkan kerugian nyata bagi publik dan usaha kecil.

Muhammad Natsir, Ketua KNPI, mengangkat kasus pemadaman di Depok yang memukul peternak ayam karena ketergantungan pada pasokan listrik stabil.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less