Strategi Kemensos dan Agus Jabo dalam Penanganan Darurat Gempa di NTT Terpadu dan Efektif
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 23 Agt 2026 13:02 WIB
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

Strategi Kemensos dalam Penanganan Kabupaten Terdampak Gempa NTT: Solusi dan Pembinaan Terpadu
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Kementerian Sosial (Kemensos) Indonesia memperkuat upaya penanganan bencana setelah gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Tujuh kabupaten terdampak, mencakup Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Manggarai Barat, memerlukan perhatian mendesak.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengungkapkan bahwa fokus utama dalam penanganan bencana ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Penyaluran logistik dan dukungan psikososial menjadi prioritas utama. “Saat ini kita berada dalam status tanggap darurat, dan berupaya memenuhi kebutuhan mendesak,” ungkapnya pada hari Minggu, 23 Agustus 2026.
Dia menegaskan pentingnya bantuan segera untuk ketujuh kabupaten tersebut, dengan kebutuhan pangan sebagai titik utama perhatian. Hingga Jumat, 21 Agustus, Kemensos telah menyalurkan 48 ton beras, 13.100 paket sembako, serta perlengkapan kebutuhan bagi pengungsian.
“Selain makanan, kami juga menyediakan kebutuhan sandang bagi warga dewasa dan anak-anak,” tambahnya. Stok logistik tambahan juga telah disiapkan dari tiga gudang, termasuk di Bekasi dan Kupang.
Rincian logistik tersebut mencakup 8.000 paket makanan siap saji, tenda, family kit, dan perlengkapan penting lainnya. Agus Jabo menyatakan bahwa melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana), pihaknya menyuplai sekitar 22.000 porsi nasi bungkus setiap hari.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




