Mulyanto, Politisi Senior PKS: Indonesia Harus Bangun Cadangan Strategis BBM 90 Hari
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026 18:08 WIB
- visibility 44
- comment 0 komentar
- print Cetak

Cadangan Strategis Masih Jadi Tantangan Energi Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto, memperingatkan bahwa ketahanan energi nasional terancam oleh melonjakan impor sektor migas, khususnya BBM dan LPG.
Menurut Mulyanto, tekanan impor tersebut telah menekan neraca perdagangan dan menggerus cadangan devisa, sehingga ketahanan energi menjadi isu sentral bagi stabilitas fiskal.
Dia menilai upaya menjaga ketahanan energi harus menjadi prioritas karena setiap liter BBM dan setiap kilogram LPG impor langsung berdampak pada aliran devisa keluar negeri.
Mulyanto menyebut surplus perdagangan nonmigas selama beberapa tahun terakhir kerap menutup celah defisit migas, namun kenaikan harga minyak dunia dan ketiadaan penyangga minyak domestik membuat kondisi itu rentan.
Dia mendorong kebijakan substitusi LPG dengan pemanfaatan gas bumi domestik sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor.
Mulyanto menekankan perlunya pembangunan cadangan strategis BBM nasional yang mampu menopang kebutuhan impor bersih selama minimal 90 hari.
Cadangan ini, kata dia, penting bukan hanya untuk menjamin pasokan saat terjadi gangguan global tetapi juga untuk meredam gejolak harga dan memperkuat nilai tukar rupiah.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



