Presiden Prabowo Subianto Mendukung Perdagangan Karbon Kehutanan, Kemenhut Luncurkan SRUK
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 22:43 WIB
- visibility 95
- comment 0 komentar
- print Cetak

Di Era Prabowo, Perdagangan Karbon Kehutanan Jadi Faktual
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Raja Juli Antoni menegaskan bahwa kebijakan ini akan mendukung perlindungan hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.
Pemerintah menyoroti potensi inklusi bagi perhutanan sosial seluas 8,3 juta hektare dalam mekanisme perdagangan karbon.
Selain itu, sekitar 1,4 juta hektare hutan adat juga diproyeksikan untuk diberdayakan melalui kebijakan ini.
Skema Non SPE-GRK yang dipilih diharapkan memfasilitasi penerbitan unit karbon secara lebih cepat dan terstandar.
Peluncuran SRUK dipandang sebagai langkah administratif penting untuk memberikan transparansi dan akuntabilitas pada perdagangan karbon.
Ke depan, Kemenhut berencana memperluas cakupan peserta dan wilayah yang dapat memanfaatkan mekanisme tersebut.
Pengawasan dan mekanisme verifikasi akan menjadi aspek kunci dalam proses sertifikasi dan transaksi unit karbon.
Dengan infrastruktur registri yang baru, pemerintah berharap pasar karbon di sektor kehutanan dapat berkembang secara tertib dan berkelanjutan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




