Evaluasi Program Gerobak Cinta dan Retribusi Pasar oleh Candra Ary Fianto di Jember
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026 08:53 WIB
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jember, Hasanah.id – Anggota Komisi B DPRD Jember mengingatkan Pemerintah Kabupaten untuk memprioritaskan anggaran untuk keperluan masyarakat yang lebih mendesak. Salah satu isu penting adalah pengelolaan sampah dan perbaikan drainase di pasar.
Ketua Komisi B, Candra Ary Fianto, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap program Gerobak Cinta. Ia menyatakan, “Proses penganggaran sampai pelaksanaan program ini sangat tidak teratur,” ujarnya.
Candra juga mengusulkan agar anggaran dialihkan untuk pengelolaan sampah di pasar. Ia mencotohkan Pasar Tanjung yang menghasilkan sekitar 14 ton sampah setiap harinya.
Selain pengelolaan sampah, Komisi B juga mendesak Pemkab untuk segera memperbaiki drainase yang rusak di pasar. Candra meminta Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan untuk menyerahkan data lengkap mengenai kondisi drainase di seluruh pasar.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyoroti adanya potensi kebocoran retribusi pasar. Candra menyebutkan, “Kami mendapatkan informasi adanya perbedaan antara pungutan retribusi dan setoran ke kas daerah,” jelasnya.
Ia mendorong pemerintah untuk menelusuri kasus ini, mengingat retribusi pasar termasuk salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. “Di Pasar Tanjung, terdapat masalah pada penarikan retribusi. Nominal yang dipungut sering kali tidak sesuai dengan yang disetorkan,” tambah Candra.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




