Jejak Sowan Gus Salam: Upaya Mendapat Restu untuk Muktamar NU dan Kebangkitan Umat
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026 11:14 WIB
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – KH Abdussalam Shohib, dikenal sebagai Gus Salam, memulai langkah pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode 2026-2031 dengan menjalin silaturahmi dengan ulama dan tokoh pesantren. Ia berharap memperoleh dukungan doa, nasihat, dan restu dalam rangka menjalankan tradisi pesantren dan khidmah NU.
Perjalanan Gus Salam dimulai dari pesantren yang memiliki ikatan historis dengan Nahdlatul Ulama (NU). Keluarga besar Bani Bishri Syansuri memberikan dukungan penting dalam pencalonannya.
Di ndalem kasepuhan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, Gus Salam memperoleh izin dan restu untuk melanjutkan ikhtiarnya. Nyai Hj. Muflichah Shohib, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, menegaskan bahwa ini adalah amanah untuk menjaga NU dan ideologinya.
Setelah pertemuan dengan keluarga besar Denanyar, Gus Salam melanjutkan silaturahmi dengan berbagai pesantren lainnya. Ia bertemu dengan para kiai di Pondok Pesantren Lirboyo dan Al-Falah Ploso, Kediri.
Silaturahmi Gus Salam tidak terbatas di satu tempat. Ia juga bertemu dengan ulama sepuh di berbagai wilayah Jawa Timur, termasuk KH. Anwar Manshur dan KH. Abdul Hannan di Kediri.
Di Jawa Tengah, Gus Salam berbincang dengan kiai di Sarang, Rembang, dan berdialog dengan KH Ubaidillah Shodaqoh serta pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul ‘Ulum Asy-Syar’iyyah.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




