Breaking News
Trending Tags

FUN Tekankan Pentingnya AHWA dalam Pemilihan Kepemimpinan PBNU Muktamar ke-35 di Jombang

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026 17:44 WIB
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AHWA harus mewakili para ulama sepuh yang dapat menentukan pemimpin sesuai cita-cita tersebut, tambahnya.

Halaqah ini juga berfungsi sebagai ajang evaluasi untuk kondisi internal PBNU. Para narasumber menganggap Muktamar ke-35 menjadi momen strategis untuk melakukan perubahan setelah adanya dinamika internal yang mengganggu soliditas organisasi.

KH Adnan Anwar mencatat bahwa kepengurusan PBNU saat ini belum berhasil membangun konsolidasi internal yang kuat. “Saat ini, PBNU gagal menciptakan kohesivitas di antara pengurus dan aktivis yang merupakan modal bergerak untuk menyongsong abad ke-2 NU,” ungkap KH Adnan.

Beliau juga mempertanyakan kemampuan PBNU dalam melakukan konsolidasi di berbagai bidang, termasuk dalam konteks keumatan dan ideologi. “Bukan hanya konsolidasi keumatan, tetapi juga konsolidasi gerakan dan ideologi,” tegasnya.

Dalam hal ini, KH Samsul Ma’arif, Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta, menyoroti masih adanya ketegangan antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Menurutnya, penyelesaian konflik antara KH Miftahul Ahyar dan Gus Yahya belum menunjukkan hasil yang memuaskan.

“Hingga saat ini belum ada islah yang nyata antara KH Miftahul Ahyar dan Gus Yahya, yang sangat memprihatinkan,” ungkap KH Samsul. Para peserta halaqah juga mengecam perilaku pengurus PBNU yang dianggap tidak mencerminkan keteladanan moral yang diharapkan dari organisasi keagamaan.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less