Kiai Ubaidullah Shodaqoh Mendesak Jokowi Larang Intervensi dalam Muktamar NU ke-35
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026 01:03 WIB
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kiai Ubaid Mendesak Presiden Larang Intervensi dalam Muktamar NU untuk Keberlangsungan Organisasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Semarang, Hasanah.id – Isu terkait dugaan politik transaksional serta praktik money politics mengemuka dalam penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35. Hal ini disampaikan oleh Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidullah Shodaqoh, yang mengingatkan akan pentingnya menjaga keutuhan acara tersebut.
Kiai Ubaid menyoroti potensi keterlibatan sejumlah elite pemerintahan yang dapat mempengaruhi jalannya Muktamar NU. Pernyataan tersebut disampaikannya pada acara Bahsul Masail di Pondok Pesantren Darussalam, Sempon, Bener, Kabupaten Semarang.
Dia menekankan urgensi agar semua pihak berkomitmen menjaga independensi Muktamar NU. Dia juga meminta presiden untuk memastikan bahwa tidak ada aparatur negara yang terlibat dalam kegiatan Muktamar tersebut.
“Saya harap Presiden dapat mengingatkan seluruh aparatur negara agar menghindari segala bentuk tekanan atau intervensi yang dapat memengaruhi Muktamar NU, baik secara langsung maupun tidak,” ujar Kiai Ubaid pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Kiai Ubaid berpendapat bahwa udah campur tangan dari aparatur negara berisiko mengganggu kemandirian organisasi. Lebih jauh, hal tersebut bisa merusak citra Muktamar NU sebagai forum tertinggi bagi anggotanya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




