KH Abdul Hakim Mahfudz: NU Berkomitmen untuk Politik Kebangsaan dan Kemanusiaan
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026 11:14 WIB
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Politik Kebangsaan: NU Berkontribusi untuk Kemanusiaan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – KH Abdul Hakim Mahfudz yang akrab disapa Gus Kikin, mengemukakan visi dan misi untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan menekankan pentingnya adab, karakter, persaudaraan, dan profesionalisme.
Gus Kikin menegaskan bahwa posisi di NU adalah amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab dan ketulusan. “Kepemimpinan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijalankan sesuai dengan komitmen terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Dalam konferensi pers pada 26 Agustus 2026, ia juga menjelaskan bahwa pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU bukanlah ambisi pribadi, melainkan tanggung jawab dalam organisasi. “Jabatan itu amanah. Kita tidak boleh terjebak pada ambisi jabatan,” tambahnya.
Ia mengingatkan bahwa NU harus berpegang teguh pada Qanun Asasi sebagai pedoman dalam menjalankan fungsi organisasi. Kemanusiaan, menurutnya, harus menjadi nilai utama dalam kehidupan sehari-hari di NU. NU harus berkomitmen untuk menjadi lembaga beradab yang mampu menyatukan pandangan demi kemaslahatan masyarakat.
Gus Kikin berpendapat bahwa NU seharusnya tidak terjebak dalam politik praktis. Namun, ia menyadari pentingnya peran strategis NU dalam menjaga keutuhan bangsa dan memperjuangkan hak-hak kemanusiaan. “Politik yang mesti diusung adalah politik kebangsaan dan kemanusiaan,” tegasnya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




