KH Abdul Hakim Mahfudz: NU Berkomitmen untuk Politik Kebangsaan dan Kemanusiaan
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026 11:14 WIB
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

Politik Kebangsaan: NU Berkontribusi untuk Kemanusiaan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dalam menghadapi tantangan lima tahun ke depan, Gus Kikin menginginkan NU menjadi tempat inklusif bagi semua anggotanya. Ia berharap NU dapat meningkatkan kekuatan kelembagaan dan intelektual serta menumbuhkan rasa empati di kalangan warganya.
Pembangunan manusia, menurutnya, harus melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ia berpendapat bahwa perkembangan intelektual dan karakter harus berjalan beriringan untuk menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan global.
Di tengah berbagai tantangan sosial serta global, Gus Kikin menyoroti pentingnya NU dalam membangun resiliensi. “Kita harus memiliki hati. Diperlukan usaha untuk memperkuat dan mengasah hati kita,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menciptakan generasi muta’allim, yaitu generasi cerdas yang siap menghadapi dinamika global. “Kecerdasan harus dimiliki, namun harus dibarengi dengan adab,” tegasnya.
Dengan gagasan ini, Gus Kikin melihat NU sebagai lebih dari sekadar lembaga keagamaan. NU harus menjadi kekuatan sosial dengan tanggung jawab dalam kehidupan kebangsaan. “Adab adalah fondasi, ilmu menjadi kekuatan, persaudaraan menjadi pengikat, profesionalisme sebagai cara kerja, dan politik kebangsaan adalah ruang pengabdian NU untuk umat manusia dan Indonesia,” tutupnya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




