Breaking News
Trending Tags

Muktamar NU 2026: Arah Baru dan Tantangan Organisasi di Tengah Dinamika Sosial Indonesia

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026 18:57 WIB
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia juga menilai beberapa calon yang berpotensi muncul dalam Muktamar, yang dianggap memiliki kapasitas untuk mengemban amanah di PBNU. Salah satu nama yang disorot adalah KH. Abdul Hakim Mahfudz, atau Gus Kikin, yang dianggap cocok untuk posisi Katib Aam PBNU.

Ainun berpendapat bahwa Gus Kikin memiliki latar belakang kiai pesantren dan kemampuan koordinasi yang baik. Selain itu, ia juga menyoroti Dr. KH. Abdul Ghaffar Rozin, atau Gus Rozin, sebagai tokoh yang berpotensi memimpin NU dan menangani tantangan di masa depan.

Gus Rozin diketahui aktif dalam berbagai kegiatan dakwah dan berperan sebagai inisiator Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.

Ainun mencermati keterlibatan Gus Rozin dalam isu-isu seperti ekonomi digital pesantren, perubahan iklim, dan kecerdasan buatan. Ia juga memiliki pengalaman dalam tugas-tugas pemerintah, termasuk di Dewan Ketahanan Pangan Nasional.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Ainun menyimpulkan bahwa Gus Rozin layak dipertimbangkan untuk posisi Ketua Umum PBNU.

Untuk posisi Rais Aam PBNU, Ainun menyerahkan keputusan kepada sembilan ulama sepuh yang tergabung dalam AHWA. Ia menekankan pentingnya kesepakatan dan mufakat para ulama dalam menentukan Rais Aam.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less