Tensi Muktamar Ke-35 NU: Romahurmuziy Sarankan Kendalikan Emosi untuk Suasana Harmonis
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026 20:04 WIB
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tensi Muktamar Ke: Strategi Efektif Menangani Ketegangan dan Menciptakan Suasana Harmonis
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, Hasanah.id – Dalam konteks Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Menteri Penasihat Romahurmuziy menekankan pentingnya mengendalikan emosi di tengah ketegangan persidangan yang berlangsung. Kegiatan ini diadakan di Jombang, Jawa Timur, yang terkenal sebagai lokasi bersejarah bagi organisasi ini.
Romahurmuziy, atau biasa dipanggil Gus Romy, mengingatkan peserta muktamar untuk menghormati nilai-nilai dan tradisi yang telah ditanamkan oleh pendiri NU. “Tempat ini memiliki sejarah berharga dan kita tidak boleh mencederai atmosfer damai dengan emosi yang tidak terkontrol,” ujarnya dengan tegas.
Ketegangan di persidangan meningkat akibat isu syarat pencalonan Ketua Umum PBNU, terutama terkait kebijakan “iddah politik”. Awalnya, di Sidang Komisi Organisasi, kesepakatan muncul untuk menghapus syarat tersebut dan hanya meminta pengunduran diri administratif dari DPP partai. Namun dalam rapat Sidang Pleno, agenda itu kembali dibahas dan syarat “iddah politik” selama satu tahun dipertahankan oleh pemimpin sidang dan masyayih.
Romy menjelaskan, “Di saat sidang pleno, kami sepakat menghapus ‘iddah politik’, tetapi dalam pembahasan tata tertib, keputusan berubah dan ‘iddah’ satu tahun kembali ditegaskan.” Hal ini memicu protes dari pendukung KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), yang merasa keputusan itu menghalangi calon dari PWNU Jawa Tengah.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




