Yulian Gunhar: Jangan Gunakan Desil DTSEN Sebagai Satu-satunya Acuan Kebijakan Subsidi Energi
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026 01:34 WIB
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

Optimalkan Subsidi Energi: Jangan Jadikan Desil DTSEN Sebagai Patokan untuk Kebijakan Energi Anda
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, memperingatkan pemerintah untuk lebih hati-hati dalam penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam konteks penerima dan pencabutan subsidi energi.
Gunhar menegaskan pentingnya memperhatikan kualitas dan interpretasi data DTSEN, terutama terkait posisi rumah tangga di desil 9 atau 10. Hal ini menyusul keluhan masyarakat yang merasa posisi desil mereka tidak mencerminkan keadaan ekonomi yang sebenarnya.
“Subsidi harus tepat sasaran, namun jangan sampai demi mengejar ketepatan di atas kertas, pemerintah justru salah sasaran terhadap masyarakat yang berada dalam kondisi rentan,” ungkap Gunhar.
Ia juga menjelaskan bahwa desil merepresentasikan posisi relatif rumah tangga dalam distribusi kesejahteraan, dan bukan ukuran kekayaan absolut. Karena itu, masyarakat dalam desil 9 atau 10 tidak seharusnya dikategorikan sebagai kelompok kaya yang tidak memerlukan subsidi.
“Jangan terburu-buru menafsirkan desil 9 atau 10 sebagai orang kaya yang otomatis tidak berhak menerima subsidi. Desil harus dipahami dalam konteks metodologi dan distribusi kesejahteraan secara menyeluruh,” tegasnya.
Gunhar menganggap bahwa keberadaan rumah tangga dalam 10 persen teratas belum tentu mencerminkan tingkat kekayaan yang sesuai dengan persepsi masyarakat. Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi setiap rumah tangga sangat bervariasi dan dapat berubah dengan cepat.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




