KH Miftachul Akhyar: Tiga Ayat Al-Qur’an Sebagai Pedoman Kemandirian Ekonomi NU
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026 14:08 WIB
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tiga Ayat Al: Memahami Makna dan Hikmah di Balik Tiga Ayat Penting dalam Al-Qur'an
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jombang, Hasanah.id – Nahdlatul Ulama (NU) mengumumkan inisiatif strategis untuk memperkuat posisi organisasi memasuki abad kedua, dengan penekanan pada kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menyatakan bahwa langkah ini berlandaskan pada tiga ayat Al-Qur’an yang menjadi pedoman bagi gerakan dan program NU ke depan.
Dalam acara penutupan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kiai Miftach mengungkapkan, “Ada tiga ayat yang menjadi dasar pijakan kita untuk mengembangkan, terutama di bidang ekonomi, mengingat mayoritas masyarakat Indonesia tergolong minal fuqara’ wal masakin (kaum fakir dan miskin).”
Kiai Miftach menguraikan bahwa tiga ayat tersebut menjadi landasan penting bagi NU untuk fokus pada kemandirian ekonomi dan pemulihan ekologi. Landasan pertama adalah Surat Al-Baqarah ayat 30, yang menegaskan posisi manusia sebagai khalifah fil ardh atau pengelola bumi.
“Menjadi khalifah berarti mengatur dan menciptakan peraturan agar kehidupan berjalan tertib,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dalam pengelolaan yang baik, tidak sepatutnya ada penganiayaan antara orang kaya dan miskin.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




