KH Miftachul Akhyar: Tiga Ayat Al-Qur’an Sebagai Pedoman Kemandirian Ekonomi NU
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026 14:08 WIB
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tiga Ayat Al: Memahami Makna dan Hikmah di Balik Tiga Ayat Penting dalam Al-Qur'an
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Landasan kedua diambil dari Surat Hud ayat 61, yang mengajak umat untuk memakmurkan bumi. “Memakmurkan bumi memerlukan pemanfaatan potensi akal, pengetahuan, dan tindakan nyata, termasuk dalam memulihkan ekologi,” tambah Kiai Miftach.
Kiai Miftach menjelaskan lebih lanjut bahwa menghijaukan lahan pertanian dan menyiapkan cadangan pangan adalah bagian dari tanggung jawab dalam memakmurkan bumi. “Rakyat akan meraih kesejahteraan jika ada upaya maksimal untuk menyejahterakan umat,” tegasnya.
Landasan ketiga bersumber dari Surat Adz-Dzariyat ayat 56, yang mempertegas bahwa semua aktivitas manusia dalam menjalankan tugas kekhalifahan dan membangun ekonomi harus bernilai ibadah. “Setiap tindakan harus didasari oleh nilai ibadah,” tambahnya.
Kiai Miftach menyoroti pentingnya penekanan pada sektor ekonomi di awal abad kedua NU, dengan mempertimbangkan realitas kemiskinan yang masih ada di masyarakat. “Tiga ayat ini akan menjadi dasar program kami di awal abad kedua agar Nahdlatul Ulama benar-benar sejahtera secara ekonomi,” ujarnya.
Ia optimis bahwa penguatan basis ekonomi yang berlandaskan ketiga ayat Al-Qur’an dapat menjadikan NU dan semua warga Nahdliyin sebagai bagian integral dalam mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa di era yang baru.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




