Selain itu, tahun ini program MBG mengalami inovasi dalam kemasan. Jika sebelumnya makanan dikemas dalam kantong kertas (paperbag), kini BGN mulai menguji coba penggunaan kantong yang dapat digunakan kembali di Sukabumi, Jawa Barat.
“Kantong tersebut harus dikembalikan keesokan harinya untuk ditukar dengan yang baru berisi makanan. Ini bertujuan untuk mengurangi sampah sekaligus melatih kedisiplinan siswa,” jelasnya.
Program ini akan berlangsung hingga menjelang Idul Fitri dan berlaku untuk semua siswa, termasuk yang non-Muslim. Meskipun ada usulan agar daerah dengan mayoritas non-Muslim tetap menyediakan makanan seperti biasa, BGN memutuskan untuk menerapkan kebijakan yang seragam di seluruh wilayah.
“Nanti kita evaluasi setelah satu minggu, apakah daerah non-Muslim membutuhkan perlakuan berbeda atau tetap seperti daerah lainnya,” tambahnya.
Dadan berharap makanan bergizi yang diberikan dapat menjadi contoh bagi para orang tua dalam menyediakan makanan sehat di rumah, khususnya selama bulan Ramadhan. Program ini juga bertujuan mengurangi konsumsi makanan manis dan berminyak yang kurang baik bagi kesehatan anak.