Selamatkan Bandar Udara Kertajati, DPRD Jabar Minta Tol Cisumdawu Dipercepat
- account_circle kusnadi
- calendar_month Selasa, 20 Okt 2020
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jalan Tol Cisumdawu
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – DPRD Provinsi Jawa Barat terus berupaya mendorong pemerintah provinsi Jawa Barat untuk mempercepat pembangunan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu) sesegera mungkin supaya Bandar Udara Internasional Kertajati (BIJB) Kabupaten Majalengka tidak bangkrut.
Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Sugianto Nanggolah mengatakan, kondisi BIJB saat ini sangat memprihatinkan lantaran pemasukan yang didapat berbanding jauh dengan pengeluaran yang harus digelontorkan Pemprov. Padahal pembangunan BIJB sudah menelan biaya yang tidak sedikit.
“Dengan cepat selesainya Tol Cisumdawu, diharapkan dapat menyokong jalur transportasi sehingga bisa menyelamatkan bandara kebanggaan masyarakat Jabar tersebut,”ujar Sugianto, Selasa (20/10/2020).
Sugianto mengungkapkan sekarang kita fokus dengan pembangunan Tol Cisumdawu, karena aksesnya untuk melancarkan tujuan ke Bandara Kertajati. Dengan adanya tol itu, akan sangat berpengaruh dengan keberlangsungan BIJB. Kita mendorong pemerintah agar secepatnya menyelesaikan Tol Cisumdawu, karena untuk menghindari bangkrutnya Bandara Kertajati. Semakin lama tol selesai, semakin terbengkalai bandara kita.
“Saai ini kita rugi terus. Bayar bunga bank saja tiap bulan sangat besar. Kalau enggak salah, pinjamannya itu Rp 1,5 triliun. Bayar bunga tiap bulan sudah berapa itu? Makanya sekarang juga kita lakukan penyertaan modal sebesar Rp 53 miliar, perubahan untuk menyelesaikan Kertajati. Belum lagi bayar pegawai, pemeliharaan dan tentu saja bunga bank. Itu saja tiap tahun kalau enggak salah, Rp 50 miliar per tahun. Makanya soal tol harus cepat ditindaklanjuti, supaya bandara bisa beroperasi dengan baik dan kita dapat PAD. Tadinya kan proyeksinya 2020 ini selesai, tetapi karena banyak hal salah satunya Covid-19 jadi tersendat,” sambungnya.
- Penulis: kusnadi



