Breaking News
Trending Tags
Beranda » BISNIS » Tekankan Kemandirian, Presiden Ingatkan Industri Pertahanan agar Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

Tekankan Kemandirian, Presiden Ingatkan Industri Pertahanan agar Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri

  • account_circle hasanah 006
  • calendar_month Senin, 27 Jan 2020
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya-Hasanah.id – Presiden Joko Widodo mengingatkan PT PAL agar penuhi terlebih dahulu pasar dalam negeri, selebihnya baru eksport. “Pasar industri strategis pertahanan adalah di dalam negeri terlebih dahulu jika ada sisa baru kemudian diekspor ke luar negeri,” tegasnya kepada wartawan usai Rapat Terbatas di PT PAL Surabaya, Senin (27/01/2020) .

“Ya seperti PT. PAL ini sudah mengekspor ke beberapa negara, saya kira itu sudah bagus tetapi alangkah baiknya pasar kita penuhi,” lanjutnya.

Sepertihalnya PT Pindad urusan peluru, penuhi pasar dalam negeri, PT. PAL juga kapal-kapal, kebutuhan dalam negeri semua penuhi dulu, baru setelah itu keluar untuk ekspor.

Lebih jauh diungkapkan Jokowi, pemerintah berkeinginan untuk mengembangkan industri strategis pertahanan. Dengan harapan agar ke depan memiliki sebuah kemandirian.

“Sehingga tadi secara detail dibahas mengenai BUMN mana yang terlebih dahulu ingin kita dorong untuk maju dan nanti pada berikutnya BUMN yang kedua, yang ketiga, dan seterusnya,” ujar Presiden.

Hal lain yang dibahas, menurut Presiden, berkaitan dengan pembelian alutsista, bahwa industri strategis pertahanan ini harus diberikan prioritas terlebih dahulu dari Kementerian Pertahanan, dari Kementerian-Kementerian yang lain.

“Yang misalnya Kementerian Pertahanan, baik itu dari Kapolri, Pol Air misalnya, baik itu Bea Cukai dari Kementerian Keuangan hendak beli kapal alangkah bainya beli semuanya dari PT. PAL,” tegasnya.

Presiden mencotohkan. Dengan pesanan itu, Presiden berharap bukan hanya pesanan untuk 5 tahun tetapi untuk 15 tahun itu sudah harus dipastikan ada.

  • Penulis: hasanah 006
expand_less