Breaking News
Trending Tags

Tesla Model S dan X Terpuruk, Begini Nasibnya

  • account_circle Azhar Ilyas
  • calendar_month 13 Februari 2026, 15:26 WIB
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saat ini, pembeli mulai enggan untuk melirik mobil listrik premium dengan banderol di atas USD 80.000 atau sekitar Rp1,3 miliar.

Strategi harga ini dianggap gagal dalam membaca preferensi dan daya beli pasar saat ini. Akibatnya, buzz positif yang dulunya melekat kuat pada kedua model ini perlahan memudar, digantikan oleh persepsi bahwa Tesla semakin tidak terjangkau di segmen yang kini mulai jenuh.

Dinamika perdagangan internasional turut memperkeruh posisi Tesla di kancah global. Penerapan tarif impor sebagai respons atas kebijakan proteksionis Amerika Serikat membuat unit Tesla Model S dan Model X semakin sulit menembus pasar luar negeri.

Beberapa poin utama hambatan global yang dihadapi antara lain:

  • Pajak Tinggi: Negara-negara pengimpor menaikkan tarif, sehingga harga jual menjadi tidak kompetitif.
  • Persaingan Lokal: Munculnya merek EV premium lokal di China dan Eropa yang menawarkan fitur serupa dengan harga lebih terjangkau.
  • Sentimen Pasar: Perubahan regulasi di berbagai negara yang mulai memprioritaskan produsen domestik.

Faktor-faktor ini menyebabkan penurunan penjualan yang drastis dan membuat Tesla Model S kehilangan pangsa pasar global secara signifikan pada segmen mobil mewah.

  • Penulis: Azhar Ilyas
expand_less