Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie Tanggapi Kritik Leony Soal Anggaran Pemkot 2024
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, akhirnya memberikan klarifikasi setelah muncul kritik publik terhadap sejumlah pos anggaran Pemkot Tangsel tahun 2024. Kritik tersebut mencuat usai mantan penyanyi cilik Trio Kwek Kwek, Leony Vitria Hartanti, menyoroti angka-angka yang dianggap tidak wajar dalam dokumen anggaran, mulai dari biaya perjalanan dinas, konsumsi, hingga cenderamata.
Unggahan Leony di media sosial cepat menjadi perhatian luas warganet dan menuai diskusi hangat di masyarakat Tangsel. Meski demikian, Benyamin menegaskan dirinya tidak akan menempuh jalur hukum terkait kritik tersebut. Ia justru menilai masukan publik sebagai momentum untuk memperkuat komunikasi dan transparansi pemerintah daerah.
“Saya hanya ingin meluruskan agar jelas. Tidak ada niat melaporkan siapa pun. Semoga semua bisa lebih terang,” ujar Benyamin dalam konferensi pers di Rumah Dinas Wali Kota, Serpong, Selasa (23/9/2025).
Salah satu pos yang paling disorot publik adalah anggaran makan dan minum senilai Rp 60 miliar. Banyak yang menduga dana itu hanya untuk konsumsi rapat pejabat. Benyamin membantah hal tersebut dan menjelaskan bahwa dana tersebut tersebar di 37 perangkat daerah, termasuk sekolah negeri, rumah sakit umum daerah, serta puskesmas.
“Di RSUD misalnya, anggaran digunakan untuk kebutuhan tenaga kesehatan. Di dinas kesehatan, dipakai untuk kegiatan sosialisasi penyakit menular. Jadi bukan hanya untuk rapat pejabat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penyediaan konsumsi melibatkan UMKM lokal agar perputaran ekonomi terjadi di masyarakat.
Pos anggaran lain yang menuai polemik adalah cenderamata senilai Rp 20,48 miliar. Menurut Benyamin, istilah “cenderamata” tidak semata-mata berarti hadiah, melainkan mencakup sarana penunjang kegiatan pemberdayaan.
“Contohnya, kalau ada pelatihan menjahit, bisa berupa mesin jahit yang diberikan kepada peserta,” katanya.
Leony juga menyinggung soal anggaran perbaikan jalan yang disebut hanya Rp 731 juta. Benyamin menegaskan angka tersebut bukan untuk seluruh jalan di Tangsel, melainkan khusus untuk perbaikan jaringan listrik di lingkungan Pemkot.
“Total anggaran perbaikan jalan tahun 2024 sebenarnya mencapai Rp 538 miliar,” tegasnya.
Benyamin menegaskan Pemkot Tangsel terbuka untuk berdialog, termasuk dengan Leony, jika diperlukan. Menurutnya, kritik publik adalah masukan berharga yang akan digunakan untuk memperbaiki cara pemerintah menyampaikan informasi.
Ia juga memastikan laporan keuangan daerah (LKPD) dapat diakses publik melalui situs resmi Pemkot Tangsel, sesuai arahan BPK.
“Sejak 2019, laporan keuangan rutin diunggah di website sebagai bentuk transparansi,” ucapnya.
Benyamin berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman lebih jelas kepada masyarakat serta menjadi evaluasi agar komunikasi pemerintah lebih sederhana, mudah dipahami, dan menjawab kebutuhan publik.
- Penulis: Bobby Suryo
