Web3 di Industri Film: Masa Depan Pendanaan dan Kreativitas
- account_circle Azhar Ilyas
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

Web3 di Industri Film
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Web3 kini tengah menjadi perbincangan hangat di berbagai sektor, termasuk dalam transformasi besar yang terjadi pada industri film global. Saat ini, dunia sinematografi sedang berada di persimpangan jalan yang sangat menentukan. Di satu sisi, kita melihat kemegahan layar lebar dan ledakan platform streaming yang memudahkan akses penonton.
Namun, di balik tirai tersebut, para pelaku industri—terutama sineas independen—masih harus berhadapan dengan tembok besar berupa birokrasi pendanaan yang rumit, akses produksi yang tidak merata, serta sistem distribusi yang seringkali kurang transparan. Kehadiran teknologi terdesentralisasi diharapkan mampu meruntuhkan hambatan-hambatan lama tersebut.
Tantangan Klasik di Industri Film Konvensional
Selama berdekade-dekade, industri film dikuasai oleh segelintir pemegang otoritas besar yang memegang kendali penuh atas distribusi dan pendanaan. Masalah utama yang sering muncul adalah ketimpangan akses bagi para kreator baru. Sineas berbakat seringkali kesulitan mendapatkan modal karena sistem yang cenderung konservatif dan hanya berpihak pada proyek-proyek dengan jaminan keuntungan komersial instan.
- Penulis: Azhar Ilyas



