Breaking News
Trending Tags

Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono Kunjungi Lokasi Rawan Kebakaran Hutan di TN Gunung Ciremai Majalengka

  • account_circle Unggung Rispurwo
  • calendar_month 25 September 2021, 01:25 WIB
  • visibility 128
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Ono Surono Anggota Komisi IV DPR RI berkunjung ke lokasi rawan kebakaran di blok Bukit Batu Semar (BBS) yang dijadikan lokasi fire care camp di SPTN Wil II Majalengka, Jumat 24 September 2021.

Anggota Komisi IV, Ono Surono beserta anggota Komisi IV lainnya didampingi Laksmi Dewanti, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian LHK, turut serta Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Bassar Manurung, meninjau langsung ke lokasi.

Selain peninjauan, agenda diskusi juga dilakukan bersama dengan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Kami sangat apresiasi kepada kelompok masyarakat juga pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui balai TNGC atas kesiapa siagaannya dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Majalengka,” Ujar Ono Surono, dari Fraksi PDI Perjuangan, juga sekaligus sebagai ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.

Ono menambahkan, selain pengendalian kebakaran hutan dan lahan, upaya perbaikan hutan konservasi juga harus terus dilakukan, hal ini penting untuk menjaga ekosistem didalamnya.

“Partisipasi dan peran masyarakat penting bagi kelangsungan ekosistem hutan, selain upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, kami mendorong upaya pemulihan lingkungan dalam kawasan harus tetap dilakukan tentu melalui sinergitas yang terjaga,” imbuhnya.

Pada kunjungan tersebut, juga dilaksanakan penanaman pohon Salam secara bersama-sama.

Pada kegiatan diskusi, anggota MPA menjelaskan kegiatan apa saja yang sudah dilakukan yaitu patroli pengamanan dan pembuatan sekat bakar serta sarana pendukung yang diperlukan dalam menunjang kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Pihaknya telah menyusun rencana kegiatan yaitu pembuatan persemaian dan pemulihan ekosistem.

Sementara itu, Kepala Balai TNGC, Teguh Setiawan mengatakan, sebagai upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan, pada tahun 2021 Balai TNGC menggelar berbagai persiapan yaitu pembentukan brigade dalkarhut Balai TNGC, pemutakhiran data anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Mitra Masyarakat Polhut (MPP).

Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait diantaranya Pemerintah daerah, BPBD, Kepolisian, TNI, lembaga pendidikan dan aktivis lingkungan, patroli pengamanan, dan pembuatan sekat bakar.

Teguh menyebutkan, lokasi rawan di lingkup Balai TNGC seluas 7.393 ha yang terdiri dari 3.082 ha berstatus sangat rawan dan seluas 4.311 ha berstatus rawan.

Ia menyampaikan upaya-upaya yang telah dilakukan yaitu pembuatan embung air dan penanaman pohon melalui pemulihan ekosistem.

“Lokasi kebakaran hutan yang ada di kawasan TNGC sebagian besar sulit untuk dijangkau dengan kendaraan. Akses yang sulit tersebut memerlukan waktu dalam membawa peralatan pemadaman kebakaran apabila kebakaran hutan terjadi. sehingga perlu embung-embung air pada lokasi rawan kebakaran,” ucapnya.

Ia berharap kerjasama semua pihak ini dapat memberikan hasil yang maksimal.

Dengan terjaganya kawasan TNGC, keseimbangan ekologi yang ada di dalam kawasan dan luar kawasan akan terjaga, terutama untuk kehidupan manusia yang ada di sekitarnya. (Uwo)

  • Penulis: Unggung Rispurwo
expand_less