Breaking News
Trending Tags

Jadi Klaster Baru, 200 Siswa Secapa AD Positif Covid-19

  • account_circle Unggung Rispurwo
  • calendar_month 08 Juli 2020, 21:47 WIB
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Kota Bandung menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Dia juga menyebut bahwa saat ini pihaknya telah melakukan sejumlah langkah antisipasi seperti isolasi.

Lebih dari 200 orang siswa Secapa AD di Kota Bandung dinyatakan positif Covid-19 melalui hasil pemeriksaan dengan menggunakan alat tes diagnostik cepat dan uji usap.

“Kalau perkiraan jumlahnya itu di atas 200 orang. Datanya belum pasti karena identifikasinya belum selesai. Kami sudah melakukan antisipasi, seperti isolasi, penyemprotan disinfektan, dan melakukan penelusuran epidemiologi oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kota Bandung, Puskesmas Coblong, dengan provinsi,” kata Berli di Bandung, Rabu 8/07/2020.

Mengenai kabar ratusan siswa Secapa AD yang positif Covid-19, Wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta pihak dinas kesehatan agar bergerak cepat.

Oded meminta warga yang tinggal di sekitar kawasan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Kecamatan Cidadap, Kota Bandung untuk segera diperiksa.

“Saya meminta kepada Gugus Tugas Kota Bandung dari Dinas Kesehatan Provinsi secara epidemologi di sana itu internal, tapi saya meminta mulai dilakukan rapid test, diperiksa masyarakat sekitarnya,” kata Oded di Bandung, Rabu.

Jika langkah ini bisa segera dilakukan, Oded menyebut pihak Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bandung dapat melacak jika ada kasus masyarakat yang terpapar akibat klaster Secapa AD.

“Supaya dipastikan mereka tidak ada yang kena, atau kalau ada yang kena, bakal segera diketahui,” kata dia dikutip dari Antara.

Dia menilai terkait adanya kasus klaster baru penyebaran Covid-19 di Secapa AD merupakan kasus internal. Sehingga menurutnya hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap status zona Kota Bandung.

“Kalau saya lihat seperti di Sukabumi (Setukpa Polri), mudah-mudahan ini tidak termasuk (penambahan kasus Kota Bandung),” kata Oded.

“Yang terpenting adalah pemeriksaan dulu mereka (masyarakat), biar kita tahu,” tambahnya.*

  • Penulis: Unggung Rispurwo
expand_less