Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Akang Ewon: Bencana adalah Indikator Majunya Sebuah Peradaban

Akang Ewon: Bencana adalah Indikator Majunya Sebuah Peradaban

  • account_circle Unggung Rispurwo
  • calendar_month Rabu, 20 Okt 2021
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Musim penghujan telah tiba, sejumlah wilayah seperti di desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat sudah menerima resiko akibat rusaknya ekosistem di kawasan hulu desa Cikole.

“Saya turut prihatin atas Bencana yang terjadi Cikole. Bencana adalah salah satu bentuk terjadinya komunikasi alam dan manusia, alam menyampaikan kalau ‘saya’ ini sedang sakit, kalau ‘saya’ ini sedang rusak. Jadi, cara mengobatinya adalah, kita harus peduli terhadap alam, kita jaga dan kita rawat, salah satunya adalah menanam pohon,” ujar Akang Ewon, aktivis lingkungan sekaligus Brand Ambassador KABUT INDONESIA.

Akang Ewon menjelaskan kenapa alam itu disebut sakit, faktanya adalah bencana sebagai bukti dari keserakahan manusia terhadap kepentingan-kepentingan ekonomi.

“Ketika manusia berkompetisi dengan alam, lihat bencana yang terjadi di Cikole, manusia berlomba membangun kawasan wisata dengan dalih ekonomi tanpa melihat aspek ekologi yang tergerus, tidak terkendali,” tegasnya.

Bicara masalah bencana, Ia berpendapat, rusaknya alam indikatornya adalah majunya sebuah peradaban.

“Tak bisa dipungkiri, ketika eksploitasi alam terjadi demi sebuah nilai ekonomi, dipastikan akan berdampak pada sisi ekologi dan ekosistem. Solusi idealnya adalah tiga aspek ini yang harus terpenuhi dan beriringan. Membangun konsep wisata tidak perlu kita eksploitasi atau membangun besar-besaran. Paradigmanya harus diubah, membangun pariwisata adalah bagaimana mempertahankan alam, bagaimana ‘menjual’ oksigen di dalamnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk proaktif segera turun membantu para korban terdampak longsor yang saat ini masih ada yang menginap di posyandu

“Saya yakin pemerintah akan memperhatikan para korban longsor di Cikole, sisi lain, saya mengajak elemen masy untuk gotong-royong membangun kembali kawasan Cikole sebagai kawasan konservasi yang ideal dengan ekosistem yang baik yang akan kita mulai kembali menanam pohon disana demi anak dan cucu kita nanti.” Pungkasnya.***

  • Penulis: Unggung Rispurwo
expand_less
Skip to toolbar