Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Steve Ewon Terima Kunjungan Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura

Steve Ewon Terima Kunjungan Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura

  • account_circle Unggung Rispurwo
  • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – CISARUA. Kepala Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat Yanto Bin Surya atau kerap disapa Steve Ewon menerima kunjungan Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias Benoni Mano, SE.Par., M.Kp di Rumah Kelinci, Selasa 18 Juli 2023.

Kunjungan informal Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura tersebut dalam rangka jalin silaturahmi dan berdiskusi santai tentang ide dan gagasan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang digadang-gadang Steve Ewon.

“Terimakasih hari ini saya bisa bertemu Kepala Desa Kertawangi, Kang Ewon, selain menjalin silaturahmi tentu kita berdiskusi bertukar pikiran terkait ide atau gagasan pengembangan pariwisata yang ada di Desa Kertawangi,” ujar Matias Benoni Mano saat diwawancarai, Selasa 18 Juli 2023.

Meskipun pertemuan ini dinilai singkat, Matias Benoni Mano mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Steve Ewon dalam merangkul dan membina masyarakat desa sebagai dasar penguatan sebuah program pengembangan Desa Wisata.

“Apresiasi tentunya, karena Kang Ewon telah berhasil merangkul masyarakat Desa untuk bersama-sama menyatukan visi misi sebagai dasar terbentuknya sebuah konsep Desa Wisata yang berbasis pelibatan masyarakat. Hal ini kunci sebuah program bisa berjalan dan cukup sulit membentuk atau menyatukan visi misi seorang pemimpin,” imbuh Kepala Dinas yang sempat menempuh pendidikan Sarjana Pariwisata di Kota Bandung ini.

Sementara, Steve Ewon pun menyampaikan hal yang sama, apresiasi besar disampaikannya kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura yang berkenaan hadir mengunjungi Desa Kertawangi.

“Meski waktu yang terbatas, apresiasi terhadap Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura yang telah berkenan hadir di Desa Kertawangi ini, sharing dan berbagi ilmu dan gagasan menjadi poin penting bagi kami untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat, itu poin penting yang bisa saya petik,” ungkap Steve Ewon, Aktivis lingkungan dan pencinta hewan liar.

Dalam pertemuannya, Steve Ewon menjelaskan bagaimana membangun desa melalui berbagai program dengan merangkul dan melibatkan masyarakat, dimulai dengan Kampung Kurang Sampah dan Big Farmer.

“Awal saya menjabat Kepala Desa, sebagai aktivis lingkungan tentu yang saya bidik adalah bagaimana menciptakan budaya cinta lingkungan yang harus ditanamkan setiap individu, yaitu persoalan sampah. Prosesnya cukup panjang sehingga muncul program ‘Kampung Kurang Sampah’, yang telah menjuarai sampai tingkat provinsi bahkan nominasi tingkat Nasional sebagai Desa inovatif dan kini mulai ditiru ke desa-desa lainnya,” jelas Steve Ewon.

Hal lain, lanjut Steve Ewon, adalah mewujudkan Desa Wisata melalui pelibatan dan pemberdayaan masyarakat yang kami gagas dengan mengeluarkan program Big Farmer (Petani Besar).

“Setelah persoalan sampah selesai, dan desa kami dirasakan nyaman dan bersih, masyarakat sudah sadar lingkungan, kita lanjutkan dengan program Big Farmer, atau petani besar yang mana saya optimis dengan potensi sumberdaya alam dan kondisi pertanian yang bagus, kita siap menjadi Desa wisata. Hal pertama yang saya kerjakan adalah kita sepakati bersama melalui pakta integritas bersama seluruh elemen masyarakat yang ada di Desa, dan Alhamdulillah kita sudah berjalan mendatangkan para tamu atau wisatawan yang berinteraksi langsung dengan para petani, peternak atau jenis usaha lainnya didukung seni dan budaya. Semua kita sajikan melalui Tourist Information Center yang ada di depan kantor Desa Kertawangi,” paparnya.

Steve Ewon berharap, kunjungan akan dilakukan kembali dengan waktu yang cukup panjang, agar bisa merasakan bagaimana program Big Farmer yang kami tawarkan.

“Paling tidak bermalam dua malam di Desa kami, kita bisa berkeliling ke spot-spot atau destinasi yang ada di desa kami, setidaknya ada 18 titik destinasi yang ada di desa ini, ada air terjun, hutan wisata, perkebunan, pertanian, peternakan, budidaya, cafe dan resto, camping ground, bahkan penginapan yang nyaman telah disiapkan masyarakat desa kami, semua dikemas dalam bingkai Big Farmer,” pungkasnya. (Uwo-)***

  • Penulis: Unggung Rispurwo
expand_less
Skip to toolbar