Breaking News
Trending Tags
Beranda » Internasional » Hubungan Pangeran Harry dan Keluarga Kerajaan Dinilai Sulit Membaik

Hubungan Pangeran Harry dan Keluarga Kerajaan Dinilai Sulit Membaik

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Harapan akan membaiknya hubungan antara Pangeran Harry dan Meghan Markle dengan Keluarga Kerajaan Inggris tampaknya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Meski pasangan tersebut beberapa kali memberikan isyarat untuk memperbaiki relasi, sejumlah pengamat kerajaan menilai jurang perbedaan yang ada terlalu dalam untuk dijembatani.

Salah satunya disampaikan jurnalis senior Valentine Low. Low menyebut ketegangan antara Harry dan pihak istana belum mereda sepenuhnya, bahkan disebut sebagai konflik berkepanjangan.

“Selama Pangeran Harry masih hidup, ketegangan ini kemungkinan akan terus berlangsung. Ini bukan sekadar ketidaksepahaman biasa, melainkan persoalan yang bersifat mendalam dan belum terselesaikan,” kata Low.

Ia juga menilai bahwa berbagai gestur damai yang terlihat di muka publik sejauh ini lebih bersifat strategis ketimbang tulus. Menurutnya, langkah-langkah tersebut lebih ditujukan untuk meredam opini publik ketimbang menunjukkan adanya pemulihan hubungan yang nyata.

Low mencontohkan beberapa momen di mana publikasi atau kehadiran Harry kerap berbarengan dengan agenda penting kerajaan. Hal itu, menurutnya, justru memperkeruh suasana karena menimbulkan berbagai spekulasi yang memperluas jarak antara kedua pihak.

“Banyak dari narasi yang beredar sebenarnya justru menciptakan keretakan baru. Upaya-upaya yang dilakukan lebih ditujukan untuk membuka ruang komunikasi dan mengurangi misinformasi, bukan rekonsiliasi penuh,” ujarnya.

Sejak memutuskan keluar dari lingkaran dalam keluarga kerajaan pada awal 2020, Harry dan Meghan menetap di California, Amerika Serikat. Pasangan ini kemudian kerap membagikan pengalaman pribadi dan pandangan mereka melalui berbagai medium—termasuk wawancara dengan Oprah Winfrey, serial dokumenter di Netflix, hingga buku memoar Spare.

Langkah tersebut memicu reaksi keras dari dalam istana, terutama karena sejumlah pernyataan dinilai menyudutkan anggota keluarga kerajaan, termasuk Raja Charles III dan Pangeran William.

Meskipun publik berkali-kali menaruh harapan pada kemungkinan perdamaian, para pengamat meragukan hal tersebut bisa segera terjadi. Selain karena luka emosional yang belum sembuh, perbedaan prinsip hidup antara Harry dan keluarga istana dinilai semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir.

“Sampai ada keinginan tulus dari kedua pihak untuk duduk bersama dan menyelesaikan akar masalah, peluang untuk berdamai akan tetap kecil,” ujar salah satu analis kerajaan

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less