Breaking News
Trending Tags

Kuota Impor BBM Naik 110 Persen, Bahlil Pastikan Tak Ada Tambahan untuk SPBU Swasta

  • account_circle Hasanah 014
  • calendar_month 16 September 2025, 09:58 WIB
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta wilayah Jabodetabek. Namun, pemerintah menegaskan keran impor tambahan tidak akan dibuka karena kuota 2025 sudah dinaikkan dari tahun sebelumnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa SPBU swasta telah mendapatkan jatah impor yang lebih besar dibanding tahun lalu. Menurutnya, kuota impor BBM sudah ditetapkan naik hingga 110 persen.

“Saya kan udah ngomong beberapa kali menyangkut SBPU swasta. Yang pertama, SBPU swasta itu sudah diberikan kuota impor 110 persen dibandingkan dengan 2024. Ini biar clear ya, kita sudah memberikan kuota impor 110 persen,” ujarnya dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (16/9/2025).

Bahlil menyebutkan, bila pada 2024 satu perusahaan mendapat jatah 1 juta kiloliter, maka pada 2025 kuotanya menjadi 1,1 juta kiloliter. Ia menilai keliru jika ada anggapan pemerintah tak memberi ruang tambahan impor.

“Jadi sangatlah tidak tepat kalau dikatakan kuota impornya tidak kita berikan. Contoh, 2024 si perusahaan A dapat 1 juta kiloliter. Berarti 1 juta 100 kiloliter. Nah, kalau masih ada yg kekurangan, kita minta untuk melakukan kolaborasi dengan Pertamina. Kenapa? Karena ini terkait dengan hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Ia menambahkan, energi merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehingga kontrol negara tetap diperlukan. Bahlil menyebut kerja sama dengan Pertamina sebagai solusi yang bisa ditempuh SPBU swasta.

“Cabang-cabang industri yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu tetap harus dikontrol oleh negara. Supaya apa? Semuanya baik. Sebenarnya, mereka bisa melakukan kolaborasi dengan Pertamina,” jelasnya.

Bahlil mengaku telah menugaskan tim untuk memantau perkembangan situasi. Ia juga menyebut koordinasi telah dilakukan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung bersama Pertamina.

“Tapi nanti saya akan mengecek perkembangan terakhir dari tim yang kemarin saya bentuk untuk mengatasi,” tandasnya.

Sementara itu, kondisi kekosongan pasokan BBM non subsidi terus dilaporkan sejumlah SPBU swasta. Di Depok, SPBU BP dan Shell hanya melayani penjualan solar, sedangkan BBM jenis 90, 92, maupun Ultimate kosong sejak akhir Agustus.

“Sekarang tinggal Diesel aja (yang tersedia),” kata seorang petugas SPBU BP dikutip dari Kompas.com, Selasa (16/9/2025).

Petugas SPBU Shell menyampaikan hal senada dengan menyebutkan kekosongan stok sudah berlangsung hampir sepekan.

Kelangkaan ini mendorong PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), pengelola SPBU BP-AKR, untuk menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan.

“BP-AKR sampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap SPBU BP,” ucap Director and Corporate Secretary AKR Corporindo, Suresh Vembu, dalam Public Expose, Selasa (9/9/2025).

Ia menuturkan distribusi BBM jenis BP Ultimate dan BP 92 memang belum normal. Meski begitu, jaringan SPBU BP tetap beroperasi dengan produk yang tersedia.

“Namun BP-AKR mengupayakan jaringan SPBU BP tetap beroperasi untuk melayani produk yang tersedia dan layanan lainnya,” lanjutnya.

Suresh pun mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan konsumen dalam mencari informasi stok dan operasional SPBU terdekat.

“Untuk mengetahui lokasi-lokasi yang mana kami sediakan stok BBM dan jadwal operasional SPBU BP terdekat, silakan bisa hubungi customer service kami,” tutupnya.

  • Penulis: Hasanah 014
expand_less