Zohran Mamdani Sindir Donald Trump dalam Pidato Kemenangannya sebagai Wali Kota New York
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Kamis, 6 Nov 2025 09:32 WIB
- visibility 155
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Zohran Mamdani resmi terpilih menjadi Wali Kota New York City. Dalam pidato kemenangan yang penuh semangat, politisi Muslim asal Partai Demokrat itu melontarkan sindiran tajam kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Mamdani menyampaikan pesan simbolik kepada Trump dengan empat kata: “turn the volume up” atau “keraskan volumenya.” Ucapan itu dianggap sebagai pernyataan tantangan terhadap gaya kepemimpinan dan retorika politik Trump.
Menurut Mamdani, kemenangan ini adalah bukti bahwa warga New York mampu menunjukkan cara untuk menandingi pengaruh Trump.
“Jika ada tempat yang bisa memberi pelajaran kepada bangsa yang dikhianati oleh Donald Trump tentang bagaimana mengalahkannya, maka itu adalah kota kelahirannya sendiri,” ujar Mamdani di hadapan para pendukungnya.
Sebagaimana diketahui, Donald Trump lahir di Queens, New York, pada 14 Juni 1946. Mamdani menegaskan, di tengah situasi politik yang suram, New York akan tetap menjadi simbol harapan.
“Dalam masa kegelapan politik ini, New York akan menjadi cahaya,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Mamdani juga menyerukan lahirnya “era baru” dalam politik kota tersebut.
“Mulai hari ini, semoga satu-satunya penyesalan kita adalah bahwa momen ini datang begitu lama,” katanya dengan penuh emosi.
Ia mendedikasikan kemenangannya untuk para pekerja dan kelompok masyarakat yang termarjinalkan.
“Kemenangan ini adalah untuk kelas pekerja, untuk setiap orang yang berjuang agar didengar dan dihargai,” ujarnya.
Mamdani menutup pidatonya dengan kutipan dari tokoh sosialis Amerika Eugene Debs: “Matahari mungkin telah terbenam di atas kota ini malam ini, tetapi saya dapat melihat fajar untuk hari yang lebih baik bagi umat manusia.”
Ia pun menegaskan komitmennya untuk menjadikan New York sebagai kota yang terbuka bagi semua kalangan.
“Apakah Anda seorang imigran, anggota komunitas trans, ibu tunggal, atau siapa pun yang terpinggirkan—perjuangan Anda adalah perjuangan kita bersama,” tandasnya.
- Penulis: Bobby Suryo




