Home Internasional Jepang Diguncang Gempa M 7,5, Tsunami Kecil Terjadi di Aomori

Jepang Diguncang Gempa M 7,5, Tsunami Kecil Terjadi di Aomori

Share
Share

hasanah.id – Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,5 mengguncang wilayah lepas pantai utara Jepang pada Senin (8/12) malam waktu setempat. Guncangan kuat ini menimbulkan kerusakan infrastruktur, melukai puluhan orang, dan memutus pasokan listrik bagi ribuan warga di tengah suhu udara mendekati titik beku.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengonfirmasi bahwa kekuatan gempa semula tercatat M 7,6 sebelum direvisi menjadi M 7,5. Pihaknya juga memperingatkan adanya potensi gempa susulan dengan kekuatan serupa atau bahkan lebih besar dalam beberapa hari ke depan.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan informasi mengenai jumlah korban yang terluka akibat peristiwa tersebut. Ia mengatakan, sebanyak 30 orang mengalami luka-luka di wilayah Aomori, sementara gelombang tsunami setinggi 70 sentimeter turut tercatat.

“Gempa ini sesuatu yang belum pernah kami alami sebelumnya. Durasinya mungkin sekitar 20 detik,” kata Daiki Shimohata, seorang pegawai negeri sipil di Hashikami, Aomori, melalui sambungan telepon kepada AFP.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, salah satu korban di Pulau Hokkaido mengalami luka serius. Beberapa rekaman dari lokasi memperlihatkan kondisi jalan yang retak dan sebuah mobil terperosok ke lubang besar, disertai pecahan kaca yang berserakan di sekitar area kejadian.

Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, memastikan adanya insiden kebakaran pascagempa. Ia menuturkan bahwa satu rumah dilaporkan terbakar pada Selasa (9/12) pagi waktu setempat.

Di Hokkaido, reporter AFP menggambarkan situasi saat tanah bergetar hebat selama sekitar 30 detik, bersamaan dengan bunyi alarm ponsel yang memperingatkan warga akan bahaya gempa.

Layanan darurat melaporkan bahwa sekitar 28.000 warga diimbau untuk mengungsi ke lokasi aman sesaat setelah gempa terjadi. Media setempat menyebut beberapa tempat penampungan sudah terisi penuh tidak lama setelah peringatan dikeluarkan.

Media lokal Kyodo News melaporkan bahwa sekitar 2.700 rumah di wilayah Aomori sempat mengalami pemadaman listrik beberapa jam setelah gempa. Namun, pada Selasa pagi, pasokan listrik telah pulih di sebagian besar area, hanya menyisakan kurang dari 40 rumah yang masih belum tersambung, menurut keterangan operator listrik.

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan oleh JMA dengan estimasi tinggi gelombang mencapai tiga meter. Ribuan penduduk diminta segera menjauh dari kawasan pesisir. Namun, setelah beberapa jam, lembaga tersebut mencabut peringatan karena gelombang tertinggi yang terukur hanya mencapai 70 sentimeter.

Layanan kereta cepat Shinkansen juga sempat dihentikan sementara untuk memungkinkan pemeriksaan jalur dan fasilitas. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan keamanan transportasi setelah gempa yang mengguncang kuat tersebut.

Share
diskominfo kota sukabumi