Breaking News
Trending Tags

Militer AS Blokade Selat Hormuz, Apa Dampaknya untuk Indonesia? Begini Analisis Lengkapnya

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026 14:09 WIB
  • visibility 359
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.Id,– Kabar mengejutkan datang dari kawasan Timur Tengah setelah militer AS blokade Selat Hormuz secara resmi. Langkah drastis yang diambil oleh pemerintahan Donald Trump ini dilakukan menyusul kegagalan negosiasi damai dengan Teheran di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu. Sebagai salah satu jalur urat nadi perdagangan energi dunia, keputusan militer AS blokade Selat Hormuz ini langsung memicu kekhawatiran global, termasuk bagi stabilitas ekonomi di tanah air.

Indonesia, sebagai negara importir minyak neto (net oil importer), tentu tidak bisa lepas dari bayang-bayang krisis ini. Para ahli memperingatkan bahwa jika militer AS blokade Selat Hormuz berlangsung dalam jangka waktu lama, dampaknya akan terasa langsung di dompet masyarakat, mulai dari kenaikan harga BBM hingga lonjakan harga kebutuhan pokok akibat inflasi.

Mengapa Blokade Selat Hormuz Begitu Berbahaya?

Selat Hormuz bukan sekadar perairan biasa; jalur ini melayani sekitar 20% dari total konsumsi minyak dunia setiap harinya. Ketika militer AS blokade Selat Hormuz, arus distribusi energi dari negara-negara produsen besar di Teluk Persia menuju pasar global otomatis terhambat. Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI), Asra Virgianita, menilai bahwa tindakan ini akan memicu gejolak harga energi yang luar biasa.

“Tindakan militer AS blokade Selat Hormuz sudah pasti berdampak besar, apalagi jika berlangsung lama. Negara-negara importir seperti Indonesia akan sangat terdampak karena ketergantungan kita pada pasokan minyak luar negeri masih sangat tinggi,” ujar Asra. Ketidakpastian pasokan ini menyebabkan harga minyak mentah dunia, seperti Brent dan WTI, melonjak hingga menembus angka 100 dolar AS per barel.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less