Breaking News
Trending Tags

Makna Kirab Mahkota Binokasih, Dari Sumedang ke Bandung Bawa Filosofi Leluhur

  • account_circle anshori
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026 08:38 WIB
  • visibility 219
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HASANAH.ID – Prosesi kirab Mahkota Binokasih di wilayah Jawa Barat mengalami transformasi signifikan pada tahun 2026. Jika pada tahun-tahun sebelumnya mahkota bersejarah ini diarak menggunakan kendaraan modern seperti Jeep, kini tradisi tersebut kembali ke akar budaya dengan memanfaatkan kereta kencana sebagai sarana utama dalam prosesi kirab.

Perubahan ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai budaya Sunda yang diwariskan secara turun-temurun. Penggunaan kereta kencana dinilai lebih merepresentasikan nuansa kerajaan dan kearifan lokal dibandingkan kendaraan modern.

Rangkaian kegiatan budaya tersebut dikemas dalam agenda bertajuk Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran. Acara ini secara resmi dimulai melalui prosesi sakral Binokasih Mulang Salaka yang digelar di Museum Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Dalam prosesi tersebut, Mahkota Binokasih secara khidmat diserahkan untuk kemudian ditempatkan di dalam kereta kencana. Momen ini disaksikan oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh adat, serta masyarakat yang hadir untuk menyaksikan langsung jalannya tradisi bersejarah tersebut.

Kirab Mahkota Binokasih sendiri merupakan bagian penting dari peringatan budaya masyarakat Tatar Sunda. Tradisi ini tidak hanya bertujuan untuk mengenang sejarah Kerajaan Sunda, tetapi juga sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi masa kini agar tetap memahami jati diri leluhurnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: anshori
expand_less