Gempa Beruntun Guncang Sulteng: BMKG Catat Tiga Getaran di Poso dan Parigi Moutong Hari Ini
- account_circle MFC Team
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026 11:10 WIB
- visibility 161
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gempa Beruntun Guncang Sulteng
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Peristiwa Gempa Beruntun Guncang Sulteng kembali menjadi pusat perhatian masyarakat pada hari ini, Jumat (15/5/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya rangkaian aktivitas seismik yang terjadi di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya di kawasan Poso dan Parigi Moutong. Fenomena alam ini memicu kewaspadaan tinggi bagi warga setempat yang merasakan getaran berulang dalam waktu yang relatif berdekatan.
Kejadian Gempa Beruntun Guncang Sulteng ini tercatat dimulai sejak pagi hari tadi. Berdasarkan data resmi dari BMKG, sedikitnya ada tiga getaran yang terdeteksi dengan magnitudo yang bervariasi namun tetap dalam kategori dangkal. Kondisi geografis Sulawesi Tengah yang berada di jalur sesar aktif memang membuat wilayah ini seringkali mengalami aktivitas tektonik, namun kemunculan gempa yang beruntun dalam satu pagi tetap memerlukan atensi khusus dari pihak berwenang dan masyarakat.
Kronologi Gempa Beruntun Guncang Sulteng di Poso dan Parigi Moutong
Menurut laporan teknis dari BMKG, rentetan peristiwa Gempa Beruntun Guncang Sulteng pertama kali terdeteksi pada pukul 07.03 WIB. Gempa tersebut berkekuatan Magnitudo 1,9 dengan pusat getaran (episentrum) yang berada di koordinat 1,35 Lintang Selatan dan 120,42 Bujur Timur. Lokasi ini secara administratif berada di sekitar 37 kilometer arah barat Poso, Sulawesi Tengah. Gempa awal ini memiliki kedalaman yang sangat dangkal, yakni hanya 5 kilometer di bawah permukaan tanah.
Tak berhenti di situ, aktivitas Gempa Beruntun Guncang Sulteng berlanjut beberapa jam kemudian. Getaran kedua tercatat muncul pada pukul 09.23 WIB dengan kekuatan sedikit meningkat menjadi Magnitudo 2,2. Kali ini, titik pusat gempa bergeser ke arah utara, tepatnya di koordinat 0,45 Lintang Utara dan 120,37 Bujur Timur, atau sekitar 50 kilometer di sebelah barat Parigi Moutong. Kedalamannya tercatat sekitar 14 kilometer, yang juga masih dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal.
Hanya berselang empat menit dari getaran kedua, Gempa Beruntun Guncang Sulteng kembali terjadi pada pukul 09.27 WIB. BMKG merilis data bahwa gempa ketiga ini memiliki kekuatan Magnitudo 2,2, sama dengan getaran sebelumnya. Episentrum berada di koordinat 0,16 Lintang Utara dan 120,49 Bujur Timur, yang berlokasi sekitar 58 kilometer barat daya Parigi Moutong. Kedalamannya kembali berada di angka 5 kilometer, menegaskan bahwa rangkaian gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar di lapisan kulit bumi yang tipis.
Dampak Gempa Sulteng Hari Ini dan Respon BMKG
Sejauh ini, fenomena Gempa Beruntun Guncang Sulteng tersebut belum menunjukkan adanya laporan kerusakan infrastruktur yang masif maupun korban jiwa. BMKG menyatakan bahwa informasi yang disampaikan saat ini mengutamakan kecepatan pelaporan, sehingga hasil pengolahan data masih bisa berubah seiring dengan masuknya data tambahan dari stasiun pemantau gempa lainnya. Meskipun magnitudonya relatif kecil, sifat gempa yang dangkal seringkali membuat getaran terasa cukup nyata di permukaan bagi warga yang berada dekat dengan pusat gempa.
Mengenai penyebab Gempa Beruntun Guncang Sulteng ini, para ahli geofisika menduga adanya pergeseran pada segmen-segmen sesar lokal yang melintasi wilayah Poso hingga Parigi Moutong. Sulawesi Tengah dikenal memiliki sistem Sesar Palu-Koro yang sangat aktif, namun aktivitas di wilayah Poso dan Parigi Moutong seringkali berkaitan dengan sesar-sesar kecil yang bercabang dari sistem utama tersebut. Masyarakat diminta untuk tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai potensi gempa besar atau tsunami, mengingat magnitudo saat ini masih dalam skala rendah.
Kondisi Wilayah Lain: Gempa di Tolitoli dan Pasangkayu
Selain rangkaian Gempa Beruntun Guncang Sulteng di Poso dan Parigi, wilayah lain di sekitar Sulawesi Tengah juga sempat merasakan getaran serupa. Pada hari sebelumnya, Kamis (14/5/2026), BMKG mencatat adanya gempa dangkal Magnitudo 2,3 di kawasan Tolitoli. Selain itu, pada Jumat pagi ini juga dilaporkan adanya guncangan Magnitudo 3,1 di wilayah Pasangkayu, Sulawesi Barat, yang berbatasan langsung dengan Sulawesi Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di pulau Sulawesi secara umum sedang mengalami peningkatan intensitas dalam beberapa hari terakhir.
Banyaknya kejadian getaran ini memperkuat label bahwa fenomena Gempa Beruntun Guncang Sulteng adalah bagian dari penyesuaian energi tektonik di kawasan tersebut. Pihak Stasiun Geofisika Kelas I Palu terus memantau pergerakan seismik selama 24 jam penuh untuk memberikan peringatan dini jika ditemukan tanda-tanda aktivitas yang lebih membahayakan. Warga di Poso, Parigi Moutong, hingga Tolitoli dihimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada dengan cara memastikan struktur bangunan tempat tinggal mereka dalam kondisi aman.
Himbauan Keamanan bagi Warga Sulawesi Tengah
Dalam menghadapi situasi Gempa Beruntun Guncang Sulteng, Hasanah.id mengingatkan kembali pentingnya mitigasi bencana mandiri. BMKG menyarankan agar masyarakat selalu mengikuti arahan resmi dan mengabaikan informasi hoaks yang sering beredar di media sosial pasca-gempa. “Kami menghimbau warga untuk tetap tenang. Gempa beruntun dengan magnitudo kecil merupakan cara bumi melepaskan energi secara perlahan. Pastikan tidak ada benda berat yang mudah jatuh di dalam rumah,” demikian pesan singkat dari tim operasional BMKG yang diterima redaksi.
Sebagai langkah antisipasi dari efek Gempa Beruntun Guncang Sulteng, masyarakat diharapkan sudah memiliki tas siaga bencana yang berisi kebutuhan pokok, obat-obatan, dan dokumen penting. Jika getaran kembali terasa cukup kuat, segera keluar dari bangunan menuju lapangan terbuka atau berlindung di bawah meja yang kokoh. Kesadaran akan mitigasi adalah kunci utama dalam menghadapi dinamika alam di wilayah Sulawesi Tengah yang rawan gempa bumi ini.
- Penulis: MFC Team




