Dampak Pelemahan Rupiah Mulai Hantam Harga BBM dan Tiket Pesawat!
- account_circle MFC Team
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026 16:31 WIB
- visibility 181
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dampak Pelemahan Rupiah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Gejolak pasar valuta asing yang terjadi belakangan ini mulai menimbulkan kekhawatiran nyata bagi kantong masyarakat luas. Dampak pelemahan rupiah yang kini telah menembus level Rp 17.606 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (15/5/2026) dilaporkan mulai merembet ke berbagai sektor vital. Berdasarkan pantauan data Bloomberg pagi ini pukul 09.35 WIB, mata uang Garuda terkoreksi 77 poin atau sekitar 0,44 persen, sebuah angka yang memicu alarm bagi stabilitas harga barang dan jasa di dalam negeri.
Dua sektor yang paling merasakan hantaman dampak pelemahan rupiah langsung dari kondisi ini adalah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif tiket pesawat. Hal ini terjadi karena struktur biaya kedua sektor tersebut sangat bergantung pada ketersediaan dolar AS. Pelemahan nilai tukar menyebabkan biaya impor minyak mentah dan bahan bakar jadi membengkak. Di sisi lain, ekonomi global yang sedang tidak menentu memaksa para pelaku industri transportasi udara untuk menghitung ulang biaya operasional mereka yang mayoritas ditagihkan dalam mata uang asing.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengungkapkan bahwa dampak pelemahan rupiah ini menciptakan tekanan ganda bagi pemerintah. Investasi energi yang masih bergantung pada impor membuat posisi fiskal menjadi rentan. Menurut Yusuf, lonjakan harga minyak dunia yang dibarengi dengan depresiasi mata uang lokal akan secara otomatis memperbesar beban subsidi energi dalam APBN. “Dampaknya itu saling memperkuat, bukan berdiri sendiri,” ujarnya saat menjelaskan bagaimana kurs memengaruhi harga keekonomian bahan bakar di tingkat ritel.
- Penulis: MFC Team




