BPS Catat Harga Beras Premium dan Medium Mengalami Kenaikan pada Mei 2026
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 27 Mei 2026 06:59 WIB
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

BPS Catat Harga Beras Premium dan Medium Mengalami Kenaikan pada Mei 2026
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan adanya kenaikan harga beras premium dan medium secara nasional pada pekan ketiga Mei 2026. Meski mengalami peningkatan, kenaikan harga dinilai masih dalam kategori ringan dibanding bulan sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebut harga beras medium secara nasional naik sebesar 0,12 persen dibanding April 2026. Saat ini, rata-rata harga beras medium tercatat berada di angka Rp14.344 per kilogram.
Sementara itu, harga beras premium mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni sebesar 0,41 persen. Rata-rata harga beras premium nasional kini mencapai Rp16.149 per kilogram.
“Beras medium naik 0,12 persen dibanding April. Beras premium naik 0,41 persen,” ujar Pudji dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Beras premium sendiri merupakan jenis beras dengan kualitas lebih baik dan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Sedangkan beras medium memiliki mutu sesuai standar nasional, namun berada satu tingkat di bawah kualitas premium.
Dalam laporan BPS, Papua Barat menjadi provinsi dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras tertinggi. Harga beras di wilayah tersebut mencapai Rp17.899 per kilogram dengan lonjakan IPH sebesar 2,11 persen.
Selain Papua Barat, kenaikan IPH beras juga tercatat di Sulawesi Barat sebesar 1,73 persen dan Kalimantan Timur sebesar 1,46 persen. Kalimantan Barat mengalami kenaikan 1,15 persen, sedangkan DKI Jakarta mencatat kenaikan 0,97 persen.
Di sisi lain, beberapa daerah justru mengalami penurunan harga beras. Bali mencatat penurunan IPH sebesar 1,09 persen, sementara Papua Barat Daya turun 0,61 persen.
BPS juga mengungkap sebanyak 114 kabupaten dan kota mengalami kenaikan harga beras hingga minggu ketiga Mei 2026. Kabupaten Mahakam Ulu menjadi daerah dengan kenaikan tertinggi, yakni mencapai 6,02 persen.
Kenaikan harga signifikan juga terjadi di Pegunungan Bintang sebesar 5,76 persen dan Kota Botang sebesar 5,22 persen.
Untuk menekan kenaikan harga, Perum Bulog memperkuat distribusi beras ke wilayah Papua dan Indonesia bagian timur. Penyaluran diprioritaskan melalui pasar rakyat dan pusat distribusi pangan pemerintah daerah.
Kadiv Perencanaan Operasi dan Analisa Harga Pasar Bulog, Muhammad Wawan Hidayanto, mengatakan distribusi dilakukan secara intensif untuk menjaga stabilitas harga pangan di masyarakat.
“Distribusi dilakukan melalui pasar rakyat untuk menekan laju kenaikan harga beras,” kata Wawan.
Bulog mencatat penyaluran beras SPHP di Papua telah mencapai 5.766 ton, sedangkan bantuan pangan yang sudah disalurkan mencapai 8.699 ton. Persediaan beras di Papua sendiri saat ini berada di angka 22.229 ton.
Secara nasional, penyaluran beras SPHP kini mencapai 5.000 hingga 7.000 ton per hari, meningkat dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 3.000 hingga 4.000 ton per hari.
- Penulis: Bobby Suryo




