Pegadaian: Emas lebih tahan inflasi daripada rupiah
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026 04:20 WIB
- visibility 103
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tabungan Uang Atau Emas: Imbal Hasil Dan Dampak Inflasi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Tabungan emas kini menjadi alternatif penyimpanan nilai yang mendapat perhatian lebih dari masyarakat dan perencana keuangan.
Pilihan antara menyimpan dalam bentuk tabungan uang atau tabungan emas sebaiknya ditentukan menurut tujuan keuangan dan kebutuhan likuiditas masing-masing individu.
Dalam perspektif jangka panjang, tabungan emas kerap dipandang lebih unggul dalam mempertahankan daya beli dibandingkan produk simpanan bank konvensional.
Imbal hasil simpanan bank biasanya hadir dalam bentuk bunga atau bagi hasil yang bersifat relatif kecil.
Biaya administrasi dan pajak atas bunga dapat menggerus keuntungan riil nasabah apabila inflasi tidak terkejar.
Sebagai ilustrasi daya beli, nilai nominal Rp1.000.000 pada 2020 belum tentu setara dengan daya beli di 2026, sedangkan harga emas cenderung naik seiring tekanan inflasi.
Secara internasional, emas memiliki penerimaan nilai yang lebih luas dibanding banyak mata uang domestik.
Pengakuan global inilah yang membuat emas menjadi opsi proteksi nilai saat nilai tukar atau kondisi ekonomi domestik bergejolak.
Di sisi lain, tabungan emas juga dikelola oleh layanan formal dengan opsi penyimpanan fisik di brankas atau safe deposit box.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



