Ketut Gede Wetan: Lima Peserta SPPI Meninggal, Latihan Ringan
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026 15:19 WIB
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Sebut Materi Senam Dan Jalan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Sekolah Pemberdayaan Pemuda Indonesia saat ini memasuki tahap latihan fisik dasar yang berisi senam, jalan kaki, peraturan baris-berbaris (PBB) dan Peraturan Penghormatan Militer (PPM).
Menurut Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, materi latihan belum mencakup aktivitas fisik yang berat.
Sekolah Pemberdayaan Pemuda Indonesia, kata Ketut, memfokuskan tahap awal pada penanaman disiplin dan nation building melalui kegiatan bela negara.
Ketut menyampaikan penjelasan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta pada 27 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa materi diberikan secara bertahap untuk membentuk karakter sebelum masuk materi manajerial.
Rangkaian manajerial mencakup pengelolaan koperasi desa dan program Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurut pernyataan resmi Kemhan, tujuan program bukan untuk mencetak prajurit atau kader militer.
Latihan dimaksud diarahkan pada pembentukan disiplin, kepemimpinan, dan integritas peserta.
Selain itu, program menekankan kerja sama dan kemampuan bekerja di bawah tekanan bagi calon pengelola koperasi.
Kemhan juga mengonfirmasi bahwa lima peserta meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa masing-masing korban memiliki kondisi kesehatan berbeda.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



