Alexandra Schneider sebut Jerman siaga hadapi panas ekstrem
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026 20:19 WIB
- visibility 96
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jerman Siap Hadapi Gelombang Panas, Ketegangan Memanas Dan Pasokan Energi Berisiko Anjlok!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Jerman menghadapi gelombang panas yang luar biasa, dengan suhu terukur mencapai 41,3 derajat Celsius di Saarbrücken, memicu peringatan cuaca dan kesiapsiagaan otoritas setempat.
Prakiraan menunjukkan gelombang panas ini akan berlanjut beberapa hari ke depan.
Stasiun ZDF memperkirakan beberapa wilayah bisa mencapai hingga 42 derajat Celsius pada akhir pekan, sementara DWD telah mengeluarkan peringatan untuk tekanan panas berkategori parah hingga ekstrem di sebagian besar negeri.
Kepala Kelompok Penelitian Risiko Lingkungan, Alexandra Schneider, menilai kombinasi panas dan polusi udara sebagai ancaman kesehatan lingkungan yang serius.
Schneider memperingatkan paparan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko dehidrasi, serangan panas, dan memperburuk kondisi pasien dengan penyakit kronis.
Kelompok lansia disebut sebagai salah satu yang paling rentan; otoritas kesehatan meminta keluarga dan fasilitas perawatan meningkatkan pengawasan serta menyediakan akses pendinginan dan cairan yang cukup.
Sejumlah acara luar ruangan dibatalkan atau ditunda untuk mengurangi risiko dehidrasi dan heatstroke pada pengunjung setelah konsultasi dengan pihak berwenang.
Polisi federal melaporkan dua penumpang kendaraan mengalami gangguan peredaran darah terkait panas; satu dirujuk ke rumah sakit dan satu lagi mengalami luka ringan saat evakuasi.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




