Qasem Gharibabadi: Iran tolak ikut campur Prancis dan Oman
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026 02:07 WIB
- visibility 117
- comment 0 komentar
- print Cetak

Iran Tolak Prancis Dan Oman Menjinakkan Ranjau, Ketegangan Memanas!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Teheran menegaskan menolak campur tangan asing dalam operasi penjinakan ranjau di Selat Hormuz, menandai penolakan tegas terhadap rencana yang diumumkan oleh Prancis dan Oman.
Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Qasem Gharibabadi yang memperingatkan agar tidak ada pihak luar yang mengambil peran dalam penjinakan ranjau di perairan yang sensitif tersebut.
Inisiatif yang diumumkan oleh Emmanuel Macron bersama Oman untuk membersihkan Selat Hormuz dipandang oleh Teheran sebagai langkah yang berpotensi meningkatkan ketegangan, sehingga penjinakan ranjau harus ditangani menurut kebijakan Iran sendiri, menurut pejabatnya.
Teheran mengatakan langkah eksternal dapat memperkeruh situasi keamanan di kawasan dan meminta negara-negara yang terlibat menahan diri dari aksi yang dianggap provokatif.
Paris dan Muscat menyatakan tujuan mereka adalah untuk menjamin kebebasan pelayaran dan keselamatan rute perdagangan internasional melalui Selat Hormuz.
Namun respons resmi Teheran menegaskan bahwa setiap operasi di perairan teritorial Iran merupakan urusan kedaulatan nasional yang tidak dapat diperlakukan sebagai operasi multinasional tanpa persetujuan Teheran.
Para pengamat menilai ketegangan ini membuka celah risiko eskalasi diplomatik antara Iran dan negara-negara yang berencana ikut serta dalam kegiatan keamanan maritim tersebut.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




