Mantan Presiden Jokowi Dinilai Tampilkan Kelemahan Gibran dan Kaesang Lewat Safari Politik
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026 02:40 WIB
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

Safari Politik Jokowi Tunjukkan Kelemahan Gibran Dan Kaesang
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Safari politik Jokowi dikritisi sebagai gerakan publik yang bertujuan memperkuat citra mantan presiden setelah kunjungannya ke Lampung.
Pengamat dari Citra Institute, Efriza, menyatakan bahwa kunjungan tersebut banyak mengandung pesan politik, termasuk setelah Jokowi menerima gelar Baginda Pemuka Bangsa dari Keraton Keagungan Lampung.
Efriza menilai safari politik Jokowi juga terkait upaya membesarkan peran Jokowi di beragam jaringan politik, termasuk dalam konteks hubungan dengan Dewan Pembina PSI.
Bagi Efriza, pemberian gelar oleh Keraton Keagungan Lampung memperkuat simbolisme yang dapat dimanfaatkan untuk pencitraan politik.
Ia mengamati bahwa langkah ini berpotensi meningkatkan elektabilitas partai yang terkait lewat pengaruh tokoh yang hadir dalam acara tersebut.
Efriza menyebutkan bahwa Jokowi, sebagai ayah, tampak mendukung keterlibatan politik anak-anaknya—Gibran dan Kaesang—dengan cara mempertahankan profil publik yang tinggi.
Menurut pengamat itu, sorotan berkelanjutan terhadap Jokowi muncul karena evaluasi atas kapasitas kepemimpinan Gibran dan Kaesang di mata publik.
Kalimat yang disampaikan Efriza menunjukkan bahwa safari politik Jokowi bukan semata pertemuan sosial, melainkan bagian dari strategi komunikasi politik yang lebih luas.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




