RI Tawarkan 14.000 ton CPO dan 120.000 ton kakao ke Belarus
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026 18:33 WIB
- visibility 98
- comment 0 komentar
- print Cetak

RI Siap Ekspor CPO Dan Kakao Ke Belarus Dorong Devisa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Belarus menyatakan minat kuat untuk melakukan impor CPO dan kakao dari Indonesia dalam volume besar sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan industri pangan mereka.
Permintaan Belarus untuk impor CPO dan kakao tercatat signifikan, dengan angka yang diajukan secara resmi selama pertemuan bilateral.
Dalam pertemuan itu Belarus mengajukan kebutuhan kakao hingga 10 ribu ton per bulan, sementara permintaan impor CPO dan kakao juga mencakup kebutuhan CPO sekitar 14 ribu ton.
Pertemuan berlangsung di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Selasa (30/6/2026), antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Putra Presiden Belarus Dmitry Lukashenko.
Delegasi Belarus dipimpin Menteri Pertanian dan Pangan Yuri Gorlov yang mendampingi rombongan saat membahas detail pasokan dan mekanisme pengiriman.
Andi Amran Sulaiman menilai tawaran pembelian ini sebagai peluang untuk memperluas akses pasar ekspor komoditas kakao dan CPO Indonesia.
Pemerintah Indonesia saat ini mempercepat program penanaman kakao masif di berbagai wilayah untuk menyiapkan pasokan sesuai permintaan ekspor yang meningkat.
Selain transaksi perdagangan, kedua negara membuka pintu kerja sama teknis terkait modernisasi pertanian dan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Belarus.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




