Breaking News
Trending Tags

Gordon Gray menilai tuntutan Iran menghambat negosiasi AS

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 08:52 WIB
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pakar menilai negosiasi AS-Iran menghadapi tantangan serius karena beberapa tuntutan Teheran yang dinilai bersifat garis merah dan sulit diterima Washington.

Gordon Gray, mantan Deputi Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat, menyatakan masih ada celah untuk dialog meski hambatan cukup besar.

Menurut Gray, negosiasi AS-Iran akan berfokus pada sejumlah isu kunci yang harus ditangani secara teknis dan diplomatis agar pembicaraan dapat bergerak maju.

Salah satu titik paling sensitif adalah klaim Iran atas kendali atas Selat Hormuz.

Permintaan itu dipandang bertentangan dengan prinsip kebebasan navigasi internasional dan berpotensi menimbulkan kebuntuan jika tidak diformulasikan ulang.

Gray mengingatkan bahwa posisi Tehran soal Selat Hormuz bukan hal baru, namun konsekuensi dari tuntutan itu menuntut respons kreatif dari pihak lain.

Dalam konteks tersebut, peran negara-negara kawasan dinilai krusial untuk mencari solusi pragmatis.

Oman disebut sebagai aktor strategis karena letak geografisnya dan kapasitasnya untuk memfasilitasi jalan tengah yang dapat diterima kedua belah pihak.

Pendekatan diplomatik regional dipandang sebagai alat penting untuk meredakan potensi konfrontasi militer dan menjaga kelancaran lalu lintas maritim.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less