Menbud Fadli Zon: Kurangnya Terjemahan Hambat Sastra RI
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 23:58 WIB
- visibility 82
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menbud Sebut Alasan Sastra Indonesia Sulit Diakses Pembaca Global
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa akses publik internasional terhadap sastra Indonesia masih terbatas karena minimnya karya yang diterjemahkan ke bahasa asing.
Menurut Fadli, hambatan utama adalah ketersediaan buku terjemahan yang belum memadai sehingga pembaca asing sulit menjangkau sastra Indonesia.
Peluncuran enam buku terjemahan sastra klasik Indonesia menjadi inisiasi awal yang dinilai krusial oleh kementerian untuk memperluas jangkauan sastra Indonesia.
Kegiatan peluncuran tersebut berlangsung di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Juli 2026.
Fadli menyebutkan bahwa mayoritas karya tetap hanya beredar dalam bahasa Indonesia sehingga visibilitas di panggung literasi global terbatas.
Ia berharap penerjemahan dapat membuka akses atas keberagaman budaya, etnis, bahasa, dan tradisi yang terkandung dalam karya-karya bangsa.
Pemerintah juga telah menyelesaikan penerjemahan lima belas karya sastra kontemporer sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem sastra dan diplomasi budaya.
Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterbacaan dan pengakuan internasional terhadap kekayaan narasi Indonesia.
Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis, memaparkan upaya penguatan ekosistem tersebut.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




