Breaking News
Trending Tags

Belarusia pesan kakao 10.000 ton/bln dan CPO 14.000 ton

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026 04:09 WIB
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah Republik Belarusia menyatakan minat besar terhadap perdagangan agrikultur Indonesia, termasuk rencana ekspor kakao ke Belarusia dalam volume signifikan.

Pernyataan resmi disampaikan setelah pertemuan di Kantor Pusat Kementan pada Selasa (30/6/2026) antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Putra Presiden Belarusia, Dmitry Lukashenko, yang didampingi Menteri Pertanian dan Pangan Belarusia Yuri Gorlov.

Delegasi Belarusia mengajukan permintaan CPO dan mempertegas kebutuhan untuk memperluas akses pasar, dengan fokus pada ekspor kakao ke Belarusia sebagai salah satu komoditas utama.

Sumber kementerian menyebutkan angka kebutuhan yang disebutkan oleh delegasi Belarusia mencapai 14 ribu ton untuk CPO.

Sementara itu, permintaan kakao dilaporkan mencapai 10 ribu ton per bulan atau sekitar 120 ribu ton per tahun.

Kementan melihat peluang itu sebagai momentum untuk memperbesar pangsa pasar ekspor kakao Indonesia di Eropa Timur.

Pemerintah RI sedang mengintensifkan program tanam kakao masif di berbagai wilayah untuk memenuhi lonjakan permintaan internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya meningkatkan produksi agar dapat menjamin pasokan berkelanjutan bagi mitra luar negeri.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less