Kemenkes RDK: Ebola Bundibugyo catat 438 tewas
- account_circle khasanah
- calendar_month Jumat, 3 Jul 2026 11:08 WIB
- visibility 87
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wabah Ebola Di Kongo Memanas, Menutup Perbatasan Dan Mengganggu Pasokan Mineral!
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Wabah Ebola Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo dilaporkan meningkat tajam setelah hampir 40 kematian baru tercatat dalam 24 jam terakhir, membawa jumlah kasus terkonfirmasi menjadi 1.406.
Total kematian yang tercatat mencapai 438 orang, dengan tingkat kematian kasus sekitar 31,2 persen sejak wabah diumumkan.
Wabah ini terkonsentrasi di 34 zona kesehatan yang tersebar di provinsi Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan.
Salah satu zona, Lolwa di provinsi Ituri, kini tercatat sebagai zona ke-24 yang terdampak luas oleh penularan penyakit ini.
Sampai saat ini setidaknya 192 pasien dilaporkan pulih dari infeksi.
Sementara itu 609 pasien masih berada dalam isolasi atau menerima perawatan di fasilitas kesehatan.
Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan kemungkinan angka kematian sesungguhnya lebih tinggi karena banyak kasus meninggal sebelum wabah teridentifikasi.
Kondisi keamanan yang tidak stabil dan mobilitas penduduk yang tinggi menghambat akses tim kesehatan ke daerah-daerah terdampak.
Penerimaan komunitas terhadap intervensi, termasuk pemakaman aman dan pelacakan kontak, masih menjadi tantangan signifikan bagi upaya pengendalian.
Varian penyakit ini membutuhkan pendekatan berbeda; strain Ebola Bundibugyo menuntut tracing, isolasi, dan perawatan yang lebih intensif dibandingkan beberapa wabah lain.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




