Breaking News
Trending Tags

Bendahara Negara Purbaya: PFII Tidak Layak Dibangun di IKN karena Keterbatasan Lahan

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026 00:03 WIB
  • visibility 92
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) masih dalam kajian intensif dan berpeluang dipindahkan dari Ibu Kota Nusantara karena keterbatasan lahan di lokasi tersebut.

Bendahara Negara Purbaya menilai IKN kemungkinan terlalu sempit untuk menampung megaproyek pusat keuangan dunia tersebut, sehingga pemerintah membuka alternatif lokasi untuk PFII.

Pembahasan tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia terus berlangsung setelah pertemuan dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat, 3 Juli 2026.

Purbaya menyampaikan bahwa pemilihan lokasi belum final dan masih memerlukan kajian mendalam terkait kesiapan infrastruktur dan daya dukung lahan.

Dalam pernyataannya ia menyinggung kemungkinan IKN tidak memungkinkan untuk beberapa fasilitas utama, dan menegaskan, “Bisa jadi tidak memungkinkan, terlalu sempit di sana.”

Pulau Bali disebut sebagai salah satu kandidat kuat bersama beberapa titik strategis lain yang dinilai lebih menarik bagi investor internasional.

Opsi pengembangan tidak hanya membangun dari nol; kementerian mempertimbangkan pemanfaatan kawasan yang sudah mapan untuk mempercepat fungsi PFII di tahap awal.

Selain itu, rencana juga mencakup pembangunan fasilitas pendukung di lokasi baru yang memiliki potensi, jika diperlukan, untuk menciptakan enclave khusus bagi aktivitas keuangan global.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less